Writing Of Pipit

Selasa, 19 April 2011

Menutup Tak semudah Membuka

Tuhan tolonglah
Hapus dia dari hatiku
Kini semua percuma
Tak kan mungkin terjadi
Kisah cinta yang selalu aku banggakan

Kau hempas semua
Rasa yang tercipta untukmu
Tanpa pernah melihat
Betapa ku mencoba
Jadi yang terbaik untuk dirimu

Oh mengapa tak bisa dirimu
Yang mencintaiku tulus dan apa adanya
Aku memang bukan manusia sempurna
Tapi ku layak dicinta karena ketulusan
Kini biarlah waktu yang jawab semua

Tanya hatiku..

Tanpa pernah melihat
Betapa ku mencoba
Jadi yang terbaik untuk dirimu

Hmzz...
Lagu di atas mewakili perasaan aku padanya dia.
Mewakili keadaan yang memang tak mungkin bisa disatukan lagi.
Lelah rasanya aku menjalani semua ini. Menjalani keadaan yang selalu aku yang jadi korbannya. Aku tak tahu harus bagaimana lagi, tlah kucoba tuk lupakannya. Tapi yang ada aku malah semakin begitu mendambanya. T

Sekarang sebulan sudah aku benar-benar lost contact dengannya. Tanpa sapaan, Tanpa smsan, dan tanpa pertemuan.
Tersiksa.. Yah,, aku sangat tersiksa sekarang..
Aku berasa menjadi orang tersesat yang tak tahu dimana Ia berada.
Aku seperti kehilangan tujuan dalam hidup ini.
Sepertinya memang hiperbolis.
Tapi begitulah keadaannya.
Dia berhenti kerja,,
Dan akupun harus membiasakan diri untuk yidak melihatnya seperti biasa..
Susah,,, bener2 susah ngejalani aktivitas sekarang.
Gak tahu mesti gimana, tapim rasanya aku gak bisa melawan keadaan.
Yang ku harap sekarang uma suatu saat aku bisa ketemu lagi m dy..
Ngobrol lg, jalan-jalan lagi, makan bareng lagi, dan semuanya yang pernah kami lewati bersama.

Sekarang aku baru sadar ya Allah,,
Bahwa menutup tak semudah membuka,
atau itu hanya persaanku saja.???
Tapi itulah yang ku rasa sekarang.

Yah,, dulu aku dengan mudahnya membuka hatiku untuknya,..
Nmaun kini, ketika tag mungkin lagi kami bersama, Aku belum siap dan takkan pernah siap untuk kehilangannya.
Hiks,,, :'(