Writing Of Pipit

Sabtu, 29 Maret 2014

Resensi The Raid 2



Selamat malam minggu semua :D
Kalo yang jomblo mestilah malam ini kerjaannya ada yang sama kayak aku, ga ada kegiatan selain depan monitor, baca buku, nonton TV atau malah tidur. Hehe. Pokoknya apapun itu, ya feel it fun aja lah ya. Dan berhubung saya belum bisa tidur, juga ada wifi gratis di sekitar komplek rumah ini, jadi yo wess it's blogging time~ :D

Daripada saya ngegalau tentang  gebetan yang gak kesampean atau mikir mantan yang sudah tak tahu rimbanya kemana, jadi pipit memutuskan untuk bikin resensi tentang salah satu Film Indonesia yang kece abis “The Raid 2” yang sedang diputar di seluruh bioskop pada saat ini (maret 2014). Saya saranin untuk yang mau nonton nih Film kalian harus menonton sequel pertamanya ya, karena alur filmnya sendiri menyambung dari jalan cerita di part 1 tersebut. 

Saya buat resensi ini dari sumber wikipedia dan beberapa blog orang lain ditambah dengan penilaian saya terhadap film ini yang baru juga saya saksikan tadi siang bersama teman-teman. :D


Director and Writer: Gareth Evans
Stars: 
- Iko Uwais berperan sebagai Rama
- Tio Pakusadewo berperan sebagai Bangun
- Cok Simbara berperan sebagai Bunawar
- Arifin Putra berperan sebagai Uco
- Hariadi Anwar berperan sebagai Kepala Sipir
- Julie Estelle
- Mathias Muchus
- Oka Antara
- Alex Abbad
- Marsha Timothy
- Cecep Arif Rahman
 dll

Beranjak dua jam dari saat di mana film pertama berakhir, Berandal meneruskan kisah Rama (Iko Uwais), seorang calon ayah dan perwira polisi pemula yang selamat dari sebuah operasi penyerbuan maut dalam sarang seorang gembong narkoba yang berakhir fatal. Setelah berhasil keluar hidup-hidup dari bangunan yang penuh dengan kriminal dan gangster, Rama mengira ia bisa melanjutkan kehidupan dengan normal, namun dia salah. Setangguh apapun, lawan-lawan Rama di gedung naas itu ternyata tak lebih dari sekumpulan ikan kecil yang berenang di kolam yang jauh lebih besar dari yang ia bayangkan. Kemenangan kecilnya kini telah menarik perhatian binatang-binatang yang jauh lebih besar dan buas dalam rantai dunia kriminal Jakarta. Kini ia dan keluarganya ada dalam bayangan kematian, dan Rama hanya memiliki satu pilihan untuk melindungi bayi dan istrinya: Dia harus masuk dalam operasi penyamaran, memasuki dunia kriminal seorang diri dan mendaki melewati hirarki kekuatan yang penuh persaingan maut, sampai membawanya ke para figur politisi dan polisi korup yang menarik-ulur tali benang di puncak rantai dunia hitam. Rama pun memulai pengembaraan baru yang diwarnai kekerasan, sebuah perjalanan yang memaksa dia untuk menyisihkan kehidupan dan identitasnya, dan mengambil identitas baru sebagai seorang kriminal pelaku tindak kekerasan bernama "Yuda". Di penjara ia harus mendapatkan kepercayaan dari Ucok (Arifin Putra) untuk bergabung dengan gengnya, meletakkan nyawanya dalam sebuah pertaruhan terbesar atas semuanya, untuk mengakhiri seluruh kebusukan dalam tubuh kepolisian

Ketika The raid 2 (Berandal) dimulai, efek menegangkan para penontonnya(buat saya ya) langsung tersaji di Film ini. Didukung dengan latar yang baik ditambah audio yang mumpuni membuat film ini menjadi cukup hidup di awal. Plotnya yang maju-mundur bisa menjadi kejadian flash back yang bisa membantu penonton memahami muasal jalan cerita.

Rentetan kejadian seperti kematian kakak Rama yang cukup sadis, lalu kehidupannya di dalam penjara menjadi bumbu awal yang sudah mulai membuat jantung saya berpacu dan sesekali berteriak selama film diputar. Ceritanya dalam hotel prodeo digambarkan cukup singkat, dan akhirnya keluar dengan bersahabat dengan ucok serta masuk ke dalam dunia hitam keluarga mavianya pun semakin menambah adrenalin makin berpacu.

Adegan demi adegan yang menegangkan sepanjang film dibuat sutradara dengan efek yang pas. Konflik dalam film ini juga cukup runtut sehingga kita bisa memahami isi cerita. Perkelahian, penembakan, pertumpahan darah dan gelapnya dunia malam para mavia tersaji lengkap dalam film ini dan menurut saya itu amazing dan cukup berhasil untuk ukuran film thriller.

Akting para pemain yang ekspressif dan didukung modal super besar dalam pembuatan film ini juga membuat tayangannya menjadi sangat hidup dan berkualitas. Permusuhan, ego tentang kekuasaan, kebencian, ketamakan dan pembalasan dendam menjadi akar dalam Film ini. untuk yang menunggu-nunggu film ini rilis(atau memang fans The raid 1 serta pecinta Film Action) saya rekomendasikan sekali untuk menontonnya. Film ini bisa menjadi Film Indonesia terbaik sepanjang saya nonton film action.

Meskipun saya bukan "movie holic" sekali, tapi saya apresiatif dengan apa yang diberikan sutradara dalam karya besar ini. Apalagi part-part kejadian dijalan raya atau di Ballroom hotel mengingatkan saya box office America dan saya yakin film ini pantas dan berhak sekali disejajarkan.

Kritiknya menurut saya perlu diberikan sedikit saja adegan drama yang lebih menyentuh dalam film ini. Karena jujurnya penonton akan capek dengan adegan menegangkan semua sepanjang film dari awal hingga ending. Memasukkan unsur cerita yang sedikit romantis dan mengharukan saya rasa akan menambah warna lagi agar tak monoton melulu terdengar suara tembakan, ledakan atau perkelahian.  

But overall, I love this movie so much. Pesan yang saya tangkap dalam film ini juga cukup banyak, salah satunya bahwa "Keserakahan yang membutakan akan membunuhmu sendiri, maka selalulah memikirkan suatu hal dengan baik sebelum memutuskan. Dan terpenting, sayangilah keluargamu yang merupakan harta tak ternilai yang kalian miliki".

Kalau begitu selamat menonton dan siapkan mental untuk menikmati sensasi menegangkannya. Bravo The raid 2 (Berandal) !

Senin, 24 Maret 2014

Selamat 21st pipit!!!




Selamat 21st pipit!!! ;)
“Allahumma nawir quluubana bi nuuri hidayatika kamaa nawatar ardlo binnuuri syamsika Abadan abada bi rohmatika ya arhamar rohimin”

Sengaja pipit buka posting ini dengan salah satu doa favoritku diatas, yakni doa agar diberi nur hidayah. Doa yang menggambarkan agar mendapat petunjuk dari Allah agar hidup ini lebih mantap, lebih efektif, lebih bisa menghindar dari segala musibah dan juga lebih mudah mendapat maslahat. Tentunya doa itu juga sebagai pembuka umur baru dan berarti pengingat pula sisa waktu yang Alah berikan untukku kedepannya.

Tepat hari ini, pada 25 maret 21 tahun yang lalu Ibu melahirkanku dengan bersusah payah dan penuh perjuangan. Di hari kelahiranku dulu yang bertepatan di ‘Idul Fitri 1414 H alias tahun 1993. Dengan harapan yang terbaik untukku agar menjadi anak yang salehah dan berguna. Ahh, haru sekali rasanya jika mendengar cerita masa kecil yang sering diutarakan ibu. :’)

Menjadi seorang anak gadis yang berusia dua puluh satu memang satu hal yang menyenangkan  dan juga menjadi sedikit “alarm” pengingat bahwa waktu ini berlalu amat cepat bagai desingan peluru saja. Bukan jamannya lagi perayaan heboh atau apalah untuk mengingat hari lahir ini. Tapi lagi-lagi ucapan syukur karena Allah masih terus mengulurkan kasih sayangNya hingga nafas ini berlabuh di angka ini. Alhamdulillah

Dan semakin kesini, makin ingat pula betapa banyak dosa yang sudah dibuat, ibadah yang masih sedikit, masih suka mengeluh, juga sering pura-pura cuek sama apa yang mestinya sudah aku tahu. Hal ini mungkin karena pemahamanku yang banyak minus ya, memang masih banyak sekali yang harus dispelajari dalam hidup ini.

Tapi aku bersyukur sekali, setidaknya ada beberapa kemajuan yang sudah aku lalui di penggalan usia ini. Salah satunya karena ini tahun ketiga aku memakai hijab yang memang merupakan perintah Allah. Suatu langkah menakjubkan yang sudah begitu banyak  merubah diri ini. Walau kadang akunya masih sering kacau dan memang kadang masih sulit untuk merubah selera lama dengan selera yang lebih Islami. But Swear, aku juga ingin merubah apa yang kurang dari diri ini untuk kemajuanku. Sungguh ingin lebih baik lagi dari sekarang ini, I really wanna be a better muslimah to my future

Mudah-mudahan aku selalu diberi umur yang barakah oleh Allah, bisa lebih meningkatkan ibadah, menjadi pribadi yang berakhlak mulia, juga jadi muslimah yang cantik luar dalam. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Permohonan, target, pengharapan, pencapaian dan lain sebagainya sungguh Allah lebih tahu dibanding diriku sendiri. Aku tidak akan ungkapkan disini karena akan amat panjang paragrafnya dan aku merasa lebih afdhol saja jika langsung dikirim ke yang Maha Pengasih dibanding didaftar dalam posting ini. Hehe

Yang terpenting sejauh ini apa yang kulakukan baik-baik, kuliahku lancar(doakan tahun ini lulus kuliah dan segera wisuda, Amiin), semoga keluargaku selalu diberi rezeki yang baik dan dalam keadaan yang selalu sehat dan jodohku segera datang dan didekatkan(Amin, Hehe). Setelah ini memang banyak babak baru yang akan kulewati lagi di depan sana. Dan aku berdoa dan selalu berusaha semoga semua sesuai dengan apa yang sudah direncanakan, diimpi-impikan.

Hemm.. tidak perlu berpanjang lebar lagi. Semoga doa-doa orang tersayang yang tertulis maupun terucap untukku hari ini agar panjang umur, bahagia selalu dan sehat, dapat di acc oleh Allah dan bilang bilang “Yes”. Aamiin :D

Terima kasih Ya Allah atas semua ini, big thanks sudah menciptakanku sebagai hambamu ya Rabb. Makasih Ayah-Ibuku, keluargaku yang sudah membesarkanku hingga sekarang. Terima kasih juga sahabat-sahabatku dan semua orang yang sudah mengisi setiap lembaran hidupku selama duapuluh satu tahun ini. Kalian amat berarti dan menjadi alasan untukku agar selalu menjadi lebih baik terus menerus. Aku sayang dan mencintai kalian semua.

So, Happy Birthday for me. I wish my dreams come true this year! 21th : Never give up, Keep spirit, Be Strong and wish me Luck for all I wanna do! Amin

Back to Campus, so Happy!



Assalamualaikum my dear blog.
Maret 2014 ini aku kembali datang ke palembang, melanjutkan kewajiban belajar sebagai mahasiswa semester enam di kampus. Bersiap dengan tangan yang sibuk mencatat, file folder yang penuh soal-soal yang harus dikerjakan, paper-paper yang siap menunggu disetiap minggu, hunting buku kuliah bekas, mencari bahan ke pusda sebagai rutinitas dan pastinya jadwal kuliah “menggila” yang menyebabkan pulang magribh sampai ngantuk menunggu bus yang penuh manusia dan berbagai perjuangan lainnya demi kuliah ini. Tapi kabar baiknya semester ini semua mata kuliahku habis, tamat. Hore, Alhamdulillah. :D

Kuliah awalku semester enam ini seharusnya dimulai 10 maret yang lalu, namun pengalaman selama kuliah 2,5tahun kemarin aku tahu jika kuliah belum benar-benar dimulai ketika masa hari-hari awal kuliah seperti ini. Jadi kuputuskan untuk menunda dua hari keberangkatan ke Palembang karena pada hari rabu ada agenda yang benar-benar pasti harus ku hadiri yaitu sebuah seminar yang wajib diikuti mahasiswa jurusanku.

Setelah melihat jadwal yang aku terima, memang hanya ada enam mata kuliah lagi yang harus ku tempuh kali ini. Ini jauh lebih sedikit dibanding sebelumnya, bahkan seharusnya aku bisa mendaftar untuk mengajukan magang di semester ini karena masih punya kelebihan beban studi yang sudah ku dapat. Namun peraturan fakultas menyatakan bahwa magang dan skripsi sudah dipaket untuk diambil di semester tujuh nanti entah apa alasannya. 

Jadi dengan ikhlas bahwa 7 sks kurelakan dengan setengah hati di semester kali ini. Aku mengikuti alur saja, berarti waktu lebihnya bisa kugunakan untuk ikut fast course computer (hitung-hitung nambahin skill buat persiapan magang nanti) sambil terus mencari-cari model masalah dan mengumpulkan bahan/data untuk skripsi yang akan ku garap nanti, mudah-mudahan lancar. Amin

But, dua minggu pertama kuliah ini semuanya cukup menyenangkan. Meskipun ada hal sial seperti “telat kuliah” yang membuat aku dilarang masuk di kuliah pertemuan kedua lalu ada lagi other unlucky  karena aku yang kurang membaca dan persiapan bahan sewaktu kuliah perdana sehingga gak bisa menjawab tantangan dosennya untuk mengerjakan soal dengan reward “bebas ikut quis sepanjang semester mata kuliah tersebut dan beberapa hal yang harusnya bisa kulakukan lebih baik dari ini. Toh semuanya sudah lewat. Berarti kedepannya aku harus lebih serius buat prepare kuliah dan harus rajin baca kembali, apapun itu bahan bacaannya. 

Kemudian juga sebagai obat dari penyesalan kecil itu adalah aku dan teman-teman sekelas(gak semuanya ikut sih) mengikuti perkemahan pemuda lintas agama sumsel di asrama haji pada hari sabtu dan minggu yang lalu. Kegiatan yang menyenangkan dan menghasilkan uang(Hehe). Tapi perkemahannya tidak seperti perkemahan anak SMA yang tidurnya harus ditenda dan memasak sendiri. Kali ini kami lebih “naik tingkat dan berkelas” karena tinggal di kamar yang baik dan nyaman, jadwal makan yang lezat dan teratur yang disediakan panitia, dan tak lupa cindera mata dari perkemahan ini juga lumayan bagus untuk ukuran mahasiswa. :D

Jujurnya aku amat menikmati kegiatan ini, selain bisa menambah keakraban dengan sahabat-sahabat kuliahku, manfaatnya juga banyak sekali karena kami mendapat materi dan pencerahan dari beberapa tokoh terkait tema yang diusung penyelenggara acara ini sendiri yaitu “Perkemahan Pemuda Lintas Agama SUMSEL”. Karena pesertanya banyak dan juga multi ras nan multi agama- yang membuat suasananya makin berwarna. Walaupun yang namanya kemah pasti capek, bikin kulit gosong dan juga siap dengan konsekuensi lainnya seperti pilek yang menderaku seketika pulang dari acara ini. But so far, aku bisa melihat dan merekam apa yang kuikuti kemarin sebagai khazanah ilmu dan pengalaman baru yang bernilai buatku. 

ini beberapa dokumentasinya :
 (Sebelum berangkat, eksis dulu, hehe)

(perform teman-teman dari komunitas Hindu dengan oplosannya :D )



 (lagi-lagi mengandalkan 360 sebelum memulai aktivitas haha)
(entah ekspresinya kenapa orang-orang diatas ini :p)


(senangnya menghabiskan waktu bersama EKI2 dan teman-temandari peserta kemah pemuda lintas Agama {}, sampai jumpa lagi teman-teman :) )


Dan aku amat bersyukur dan bahagia berada di titik ini. Setengah perjalanan pendidikanku akan segera ku tuntaskan. Meski banyak sekali cobaan dan cucuran keringat serta tangis yang menemaniku selama ini. Namun sejauh ini aku rasa nikmat Allah sungguh tak terhitung. Aku juga sudah berjanji dengan diriku sendiri untuk mengisi semester-semester akhir ini dengan kegiatan positif lainnya agar aku lebih sibuk dan tidak ada waktu untuk memikirkan yang kurang penting untukku. 

Akupun berharap pertemananku dengan sahabat-sahabat kuliahku bertambah erat bukan sebaliknya di saat-saat seperti ini. Saling memahami, berbagi dan belajar bersama untuk mencapai segala impian kami. Dan semoga Allah masih mempertumukan kami terus di babak-babak kehidupan mendatang.

Yang terpenting aku harus berusaha sebaik mungkin untuk menyelesaikan semuanya sekarang, berharap Allah melancarkan dan memudahkan langkahku. Mudah-mudahan Allah juga mengijabah segala doa-doaku, dan melindungi kami semua dengan kasih sayangNya yang tak terhingga untuk menguatkan kami atas cobaan dan ujian yang sedang maupun akan kami hadapi kelak.

Ya Allah, jadikanlah semua ini sebagai ladang ibadahku kepadaMu dan tunjukkilah aku selalu terhadap jalan yang kupilih dan ku lewati. Amin