Selamat malam minggu semua :D
Kalo yang jomblo mestilah malam ini
kerjaannya ada yang sama kayak aku, ga ada kegiatan selain depan monitor, baca
buku, nonton TV atau malah tidur. Hehe. Pokoknya apapun itu, ya feel it fun aja lah ya. Dan berhubung saya belum bisa tidur, juga ada wifi gratis di sekitar komplek rumah ini, jadi yo wess it's blogging time~ :D
Daripada saya ngegalau tentang gebetan yang gak kesampean atau mikir mantan
yang sudah tak tahu rimbanya kemana, jadi pipit memutuskan untuk bikin resensi
tentang salah satu Film Indonesia yang kece abis “The Raid 2” yang sedang
diputar di seluruh bioskop pada saat ini (maret 2014). Saya saranin untuk yang
mau nonton nih Film kalian harus menonton sequel pertamanya ya,
karena alur filmnya sendiri menyambung dari jalan cerita di part 1 tersebut.
Saya buat resensi ini dari sumber wikipedia dan beberapa blog orang lain ditambah dengan penilaian saya terhadap film ini yang baru juga saya saksikan tadi siang bersama teman-teman. :D
Director and Writer: Gareth Evans
Stars:
- Iko Uwais berperan sebagai Rama
- Tio Pakusadewo berperan sebagai Bangun
- Cok Simbara berperan sebagai Bunawar
- Arifin Putra berperan sebagai Uco
- Hariadi Anwar berperan sebagai Kepala Sipir
- Julie Estelle
- Mathias Muchus
- Oka Antara
- Alex Abbad
- Marsha Timothy
- Cecep Arif Rahman
dll
Beranjak dua jam dari saat di mana film pertama berakhir, Berandal meneruskan kisah Rama (Iko Uwais), seorang calon ayah dan perwira polisi pemula yang selamat dari sebuah operasi penyerbuan maut dalam sarang seorang gembong narkoba
yang berakhir fatal. Setelah berhasil keluar hidup-hidup dari bangunan
yang penuh dengan kriminal dan gangster, Rama mengira ia bisa
melanjutkan kehidupan dengan normal, namun dia salah. Setangguh apapun,
lawan-lawan Rama di gedung naas itu ternyata tak lebih dari sekumpulan
ikan kecil yang berenang di kolam yang jauh lebih besar dari yang ia
bayangkan. Kemenangan kecilnya kini telah menarik perhatian
binatang-binatang yang jauh lebih besar dan buas dalam rantai dunia
kriminal Jakarta. Kini ia dan keluarganya ada dalam bayangan kematian,
dan Rama hanya memiliki satu pilihan untuk melindungi bayi dan istrinya:
Dia harus masuk dalam operasi penyamaran, memasuki dunia kriminal
seorang diri dan mendaki melewati hirarki kekuatan yang penuh persaingan
maut, sampai membawanya ke para figur politisi dan polisi korup yang
menarik-ulur tali benang di puncak rantai dunia hitam. Rama pun memulai
pengembaraan baru yang diwarnai kekerasan, sebuah perjalanan yang
memaksa dia untuk menyisihkan kehidupan dan identitasnya, dan mengambil
identitas baru sebagai seorang kriminal pelaku tindak kekerasan bernama
"Yuda". Di penjara ia harus mendapatkan kepercayaan dari Ucok (Arifin Putra)
untuk bergabung dengan gengnya, meletakkan nyawanya dalam sebuah
pertaruhan terbesar atas semuanya, untuk mengakhiri seluruh kebusukan
dalam tubuh kepolisian
Ketika The raid 2 (Berandal) dimulai, efek menegangkan para penontonnya(buat saya ya) langsung tersaji di Film ini. Didukung dengan
latar yang baik ditambah audio yang mumpuni membuat film ini menjadi cukup
hidup di awal. Plotnya yang maju-mundur bisa menjadi kejadian flash back yang bisa membantu penonton memahami muasal jalan cerita.
Rentetan kejadian seperti kematian kakak Rama yang cukup sadis, lalu kehidupannya di dalam penjara menjadi bumbu awal yang sudah mulai membuat jantung saya berpacu dan sesekali berteriak selama film diputar. Ceritanya dalam hotel prodeo digambarkan cukup singkat, dan akhirnya keluar dengan bersahabat dengan ucok serta masuk ke dalam dunia hitam keluarga mavianya pun semakin menambah adrenalin makin berpacu.
Adegan demi adegan yang menegangkan sepanjang film dibuat sutradara dengan efek yang pas. Konflik dalam film ini juga cukup runtut sehingga kita bisa memahami isi cerita. Perkelahian, penembakan, pertumpahan darah dan gelapnya dunia malam para mavia tersaji lengkap dalam film ini dan menurut saya itu amazing dan cukup berhasil untuk ukuran film thriller.
Akting para pemain yang ekspressif dan didukung modal super besar dalam pembuatan film ini juga membuat tayangannya menjadi sangat hidup dan berkualitas. Permusuhan, ego tentang kekuasaan, kebencian, ketamakan dan pembalasan dendam menjadi akar dalam Film ini. untuk yang menunggu-nunggu film ini rilis(atau memang fans The raid 1 serta pecinta Film Action) saya rekomendasikan sekali untuk menontonnya. Film ini bisa menjadi Film Indonesia terbaik sepanjang saya nonton film action.
Meskipun saya bukan "movie holic" sekali, tapi saya apresiatif dengan apa yang diberikan sutradara dalam karya besar ini. Apalagi part-part kejadian dijalan raya atau di Ballroom hotel mengingatkan saya box office America dan saya yakin film ini pantas dan berhak sekali disejajarkan.
Kritiknya menurut saya perlu diberikan sedikit saja adegan drama yang lebih menyentuh dalam film ini. Karena jujurnya penonton akan capek dengan adegan menegangkan semua sepanjang film dari awal hingga ending. Memasukkan unsur cerita yang sedikit romantis dan mengharukan saya rasa akan menambah warna lagi agar tak monoton melulu terdengar suara tembakan, ledakan atau perkelahian.
But overall, I love this movie so much. Pesan yang saya tangkap dalam film ini juga cukup banyak, salah satunya bahwa "Keserakahan yang membutakan akan membunuhmu sendiri, maka selalulah memikirkan suatu hal dengan baik sebelum memutuskan. Dan terpenting, sayangilah keluargamu yang merupakan harta tak ternilai yang kalian miliki".
But overall, I love this movie so much. Pesan yang saya tangkap dalam film ini juga cukup banyak, salah satunya bahwa "Keserakahan yang membutakan akan membunuhmu sendiri, maka selalulah memikirkan suatu hal dengan baik sebelum memutuskan. Dan terpenting, sayangilah keluargamu yang merupakan harta tak ternilai yang kalian miliki".
Kalau begitu selamat menonton dan siapkan mental untuk menikmati sensasi menegangkannya. Bravo The raid 2 (Berandal) !







