Writing Of Pipit

Senin, 26 Mei 2014

Lost

Sedih, panik, capek, marah, kesal, geram bercampur aduk kemarin.

Kehilangan, ga ada yang menginginkannya. Baik itu kehilangan orang yang kamu sayangi, sebuah kesempatan atau barang berharga ? Bahkan  mungkin harapan semua orang malah bisa memiliki semua hal itu selalu, selamanya.

Kemarin benar-benar sebuah kejadian yang ga akan pernah kami lupakan seumur hidup. Sebuah ujian, pelajaran, musibah atau apapun namanya yang bisa membuat saya berlinang air mata hingga sampai saat sedang menuliskan tulisan ini.

Mungkin itu bukan hari baik untuk sahabat saya atau Allah ingin meningkatkan derajat hidup dia  lewat cobaan ini. Saya hanya bisa  terus berucap doa dan tak banyak komentar sekarang. Ikut membantu mencari solusi dan menguatkannya bahwa masih ada rencana Allah yang Maha Pengasih untuk ia dan juga kita semua.
Kejadian yang singkat tadi sore mungkin ga akan pernah begitu saja bisa dilupakan. Dampaknya baik materi maupun psikisnya terhadap “teh iis”(sahabat saya) yang sangat saya khawatirkan. Bukan perkara mudah untuk mengikhlaskan sebuah tas yang berisi sebuah laptop, Smartphone BB, dompet yang isi uang tunainya lumayan(dan segala kartu identitas, atm dan dokumen vital lainnya), serta buku-buku yang dipinjam di Pusda yang hilang karena kecurian. Belum lagi data-data penting di laptop berkaitan dengan urusan kuliah, proposal skripsi dan sebagainya.

Saya hanya bisa diam dan terus menenangkannya selama sesorean tadi.  Tidak mampu berkata banyak, hanya terus mondar-mandir membantunya ikut mencari tas yang yang hilang itu di sekitar tempat kami berada, tapi nihil, tas teteh sudah raib.

Ahh, apalagi mengingat perjuangan mendapatkannya dulu yang gak bisa dikatakan instan dan bukan seperti “mereka” yang beruntung bisa punya banyak hal dengan mudah. Dan ketika harus kehilangan dengan cara seperti ini, saya benar-benar shocked dan berkata dalam hati “Ya Allah, kenapa dia? Kenapa harus sahabat saya yang sudah saya kenal betul ini yang mendapatkan ujian seperti ini”. Lagi-lagi saya menangis untuk ke sekian kalinya sepanjang perjalanan pulang kerumah yang membuat penumpang buskota melihat aneh dengan ekspresi saya.

Menyalahkan diri sendiri mengapa tadi saya menyarankan ke tempat itu dulu sebelum pulang, atau menyalahkan keadaan: “Coba kalau gak begini, coba kalau begitu”, semua percuma.  Dan waktu ini tidak ada tombol replay atau pun menu edit yang bisa mengembalikannya.

Nasihat-nasihat dari dosen, kepedulian teman-teman, dan obrolan mereka yang melihat kami kemarin cukup menguatkan saya(Walaupun banyak juga yang cuek dan sinikal tak peduli, biarlah!). Memang tak ada yang menginginkan hal seperti ini terjadi kan? Apalagi di Lingkungan kampus dan terlebih lagi di tempat Ibadah. Sangat disayangkan dan disesali.

Hanya saja saya terus pegang erat-erat perkataan para dosen yang amat bijaksana itu : “ Ingatlah nak, Jangan fokus terhadap hal yang hilang tersebut. Diambil bukan karena Tuhan tidak sayang dengan kita. Tapi sungguh Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik, itu janji dalam FirmanNya dan JanjiNya itu pasti”


So, “Teh iis, Please Be Strong!!!”. Oh Tuhan, beginikah rasanya benar-benar Kehilangan? Biarkan kami meng-Ikhlaskan dan sabar atas semua ini. Amin

Jumat, 23 Mei 2014

how’s my life running so far?

how’s my life running so far?

Kamu mungkin sekarang berada di posisi saya sekarang. Sedang bertanya pada diri sendiri tentang hidup yang sudah berjalan sejauh ini dan apa yang sudah bisa dirimu beri untuk kehidupan ini? Ahh. Kata-katanya terasa berat sekali ya.

Sebenarnya tulisan ini hanya sebagai salah satu jalan untuk melepas desperate gara-gara semacam “dilema mahasiswa tingkat akhir”. :D

Bulan Juli 2014 ini akan diadakan seminar proposal. And I must join this. Udah ada ide buat ngajuin proposal skripsi pit? Saya lagi nelangsa, lagi sibuk nanya kesana –kemari baik ke bagian akademik di kampus, prodi, bahkan kakak-kakak tingkat yang baru saja wisuda. Bahkan setiap malam saya cari bahan untuk proposal saya. Waktu luang juga dimanfaatkan nongkrong di perpustakaan daerah mencari inspirasi dan menggali ide.

Penjelasan dari Kaprodi kemarin sebenarnya cukup melegakan dan juga seperti motivasi : “ingat pit, baik itu proposal ataupun sripsi jangan hanya dibayangkan, tapi juga dituliskan" kata Pak Ulil(Kaprodi). Mulailah dari sekarang, lebih kurang dua bulan lagi, setelah semesteran, lalu dua minggu setelah uas para dosen akan memproses nilai dan KHS(Kartu Hasil Studi). Selanjutnya akan dibuka seminar proposal, dan saya harus menyiapkan diri.


Praktikum dan lain-lain bisa dipikirkan nanti(Dan saya berharap ga ada laporan Praktikum please). Ah sudahlah, mau gimana juga semuanya harus dijalani dan yang terpenting "just do it". Jangan banyak ba-bi-bu dan ha-he-ho, tapi waktunya untuk mulai menggali ide, mencari masalah penelitian, menentukan judul dan menimbang apakah dalam kurun waktu 5 bulan ke depan semuanya bisa selesai dalam deadline ini? 

Oh Ya Rabb, lancarkanlah semuanya.

Senin, 19 Mei 2014

Dear time

Empat hari yang lalu saya pulang ke rumah. I was so happy, but even tough I was tired too.

Empat hari yang diisi berbagai kesibukan, main kerumah nenek, metik daun singkong di kebun milik adik ayah, mengantar adik dan ibu ke sekolah(dan kemana-mana), membuat stick(makanan ringan olahan ibu yang di titip di beberapa warung di sekitar prabumulih untuk dijual), berkumpul sama teman-teman lama, makan bersama dengan tetangga dan juga pergi ke beberapa kondangan menemani Ibu! Hehe

Ahhh banyak sekali kegiatan sederhana seperti itu tapi selalu menyenangkan jika dilewati bersama orang-orang yang menyayangimu dan orang-orang terdekatmu. Menyenangkan dan menenangkan.

And Now I’m Back!!!  Pagi tadi berangkat sendirian nyari "travel tembak" dari Prabumulih ke Palembang langsung ke Kampus, (harus)menikmati kemacetan di jalan lagi, kuliah dengan tenaga yang tinggal setengahnya. Dan sekarang baru sampai dirumah terbaring di kasur karena kecapekan setelah kehabisan energi sepulang kuliah. Fiuh!

Saya lagi menghitung hari menunggu libur selanjutnya kurang dari dua minggu lagi. Tapi saya tetap konsen kuliah kok, juga tetap mencari “inspirasi” untuk bahan skripsi saya nanti. Hanya saja saya sedang dibalut rindu dengan kedua orang tua dan segala yang ada dirumah, Kangen! Hmm saya suka sekali banyak tanggal merah di Mei 2014 ini. Dear time, please running so fast ya!!! ;)


Wah, beruntung ada wifi dirumah yang menemani kesepian saya berada disini. Bermanja di blog dan social media lain barang 40menit hingga sejam kedepan. Wassalam. :)

Sabtu, 10 Mei 2014

Ah dasar twitter :p

Beberapa waktu lalu saya pernah masuk twitter. Tiba-tiba aja baca twit dari @faktacowok berisi “Jangan pernah memberi alasan karena “Bosan” untuk memutuskan suatu hubungan. Kau tahu, nanti Alampun akan bosan mencari penggantinya”.

Sebenarnya saya sudah males posting yang beginian, perasaan itu adalah privacy orang masing-masing termasuk saya. Tapi gapapalah, anggap saja saya lagi picisan dan rasanya lepas aja kalau sudah nulis disini. Muehehe

Entah kenapa kata-kata di twit itu berasa jleb saja di hati. Saya gak mengenal kata karma dalam ajaran Agama saya. Tapi saya agak sedikit yakin bahwa yang saya alami ini mungkin adalah sebuah balasan atau hukum alam untuk saya. Entahlah.

Pernyataan diatas mungkin cocok dengan keadaan yang pernah saya lakukan. Tidak sama persis, cuma kata-kata itulah kira-kira gambarannya. Dan beberapa bulan lagi hampir setahun saya dihukum “Alam” karena belum juga mendapat penggantinya. Haha (saya berharap my eks ga pernah visit blog ini dan baca posting sekarang)

Tapi saya yakin sama pilihan saya. Ini semua pasti sudah yang terbaik untuk kehidupan saya sekarang. Saya gak berharap bisa mendapat pacar lagi, karena semakin kesini saya sadar untuk mencari pasangan hidup tanpa perlu melewati fase pacaran itu. Seperti kata ustad YM, “Be Jomblo, be safe”. Sekarang ini anggap saja saya sedang mencari sebuah perenungan dalam jalan hidup yang lebih baik, lebih syariah, dan sesuai RidhaNya saja. Mudah-mudahan.  J

Lagian saya pernah baca di sebuah novel, yang namanya “Jodoh itu mengagumkan. Saat mengharapkannya untuk menghilang, ia malah menjeratmu dengan kuat. Saat kau ingin menggenggamnya dengan erat, ia malah terputus”. Toh, siapa yang menyangka dua tahun, tiga tahun atau lima tahun lagi kita akan bertemu dengan siapa? Mendapat kejutan hidup yang seperti apa?

Yang dilakukan sekarang hanya bisa mengisi setiap hari dengan sebaiknya, sebermanfaat mungkin dan berguna minimal untuk diri sendiri dan kalau bisa untuk orang lain juga. Teman teman dan tertawa, keluarga baik yang bisa diajak tertawa bersama, nilai-nilai bagus yang pernah saya dapat karena berjuang keras, pengalaman luar biasa berbicara dengan orang besar, membaca cerita-cerita yang sangat menginspirasi, musik luar biasa di playlist saya, nonton film yang recommended dan bagus menurut saya, tersenyum, memberi kebaikan pada orang yang sedang bersama dengan saya. Dan bagi saya yang paling hebat adalah semua mimpi saya. Yang tidak bisa padam, oleh sebuah “kesendirian” sekalipun. Semua itu sudah berlalu dan “I’m so fine”. Ah dasar twitter! tiba-tiba bikin mellow aja. hehe


Selamat Pagi J

Jumat, 09 Mei 2014

No Idea


Seperti yang pernah saya bilang di posting lainnya bahwa semester enam ini mata kuliah ga terlalu banyak. Hanya ada enam subjek, empat hari kuliah dalam seminggu, sisa 3 harinya free. Saya sih Happy-happy aja dengan jadwal yang sedemikian rupa itu. Hanya saja lagi-lagi sometime saya berasa ga produktif hanya menghabiskan libur kuliah tanpa ada kegiatan berarti di rumah, waste time-lah istilahnya.

Padahal saya sering membayangkan seandainya ada uang lebih, saya bisa manfaatin libur ini dengan keliling ria di kota ini atau saya bisa kerja part time untuk latihan cari uang sendiri. Ya sudahlah, saya membesar-besarkan hati menerima kenyataan bahwa lagi-lagi di semester ini saya hanya bias stay at home setiap libur kuliah.

Kalau saya membandingkan keadaan dirumah Prabumulih dengan disini(read : Palembang), memang punya perbedaan yang mencolok. Kalau disini sepi, orang-orang punya kesibukan sendiri dan interaksi ke penghuni lain agak terbatas. Tapi jika di Prabumulih, meskipun rumah kami mungil dan penghuninya yang multi multi multi karakter tapi suka bikin ceria plus ngagenin, dan point-nya I feel like my life is back when I’m home! .

Mungkin itu karena hawanya beda ya. Kamu menghabiskan waktu dengan orang-orang yang baru akan ada rasa yang lain sekali dibandngkan  ketika menghadapi orang-orang yang sudah dari kecil berada di lingkunganmu(read:keluarga inti-mu).

But, I’m so fine for these three years. Tiga tahun lalu saya agak sangsi juga pertama kali ke kota ini. Membayangkan selama 18 tahun ga pernah pisah sama orang tua kandung dan tiba-tiba terlempar ke kota ini sendirian di tengah” keluarga baru” yang karakternya berbeda dengan kita. Awalnya memang kaku dan canggung, tapi kelamaan saya terbiasa. Mereka baik, welcome sama siapa saja dan yang terpenting suasana di rumah ini amat religius dan itu membuat saya merasa aman sekali disini untuk mendukung kestabilan iman saya.(berat ya bahasanya) hehe

Hemmm. Perjuangan perjalanan setiap berangkat ke kampus, berjalan menaiki jembatan penyeberangan jalan raya, melewati taman-taman sekitar Fakultas, masuk kelas, berdiam dan beristirahat di Masjid kampus. Gambaran kuliah yang kontras menemani selama tiga tahun ini.

Saya itu bukan tipikal yang terlalu penyendiri banget, bukan juga tipe orang yang suka dengan keramaian yang malah jadinya annoying. Kadang saya butuh juga waktu untuk kemana gitu ya buat relaksasi, refresh my mind and feel better. Mungkin ke danau atau taman yang udaranya sejuk, bisa baca buku sambil selonjoran kaki atau ditemani “teman” yang bisa ngobrol asik dan mengerti apa yang kita mau. Bukan hanya termenung di kamar 3,5x3m yang disetiap sudut pemandangannya sama. Tapi ga semua keinginan sesuai dengan kenyataan. Karena setiap hal terkadang punya alasan ini, ini, dan ini sehingga menjadi halangan untuk mewujudkan harapan simple seperti itu.

Kemarin seharian saya dirumah, udah Bosan akhirnya hari ini saya pergi cari kegiatan. Seperti sekarang saya sedang berada di Pusda(Perpustakaan Daerah), menikmati wifi yang dibebaskan untuk pengunjungnya. Saya sedang blog walking sambil searching bahan Ekonometrika untuk MID hari selasa nanti, sendirian, no friends here. Saya sudah ajak teman-teman kuliah saya, tapi sepertinya mereka pada ga bisa. Saya memutuskan tetap pergi sendiri, someone special juga ga ada. Teman saya disini ya laptop ini dan beberapa buku yang sudah saya pilih untuk dipinjam dan dibawa pulang nanti. Besok saya libur lagi, mau kemana ya? I have No Idea.

Selasa, 06 Mei 2014

“Kamu masih muda kok ya sudah banyak pikiran gini pit”~

Assalamualaikum my dearest blog.

Jumat 24 April lalu Pipit mengikuti sosialisasi di Kampus sehubungan dengan PKL bagi mahasiswa semester 6 jurusan Ekonomi Islam yang diselenggarakan oleh Ketua Prodi(Program Studi) Ekonomi Islam.

Entah apakah ini “jodoh” dalam keinginan yang seragam atau ada “misi lain” dari prodi untuk segera menyerukan Mahasiswa tingkat akhir seperti kami-kami ini agar segera menyelesaikan Studi kami dalam kurung waktu 3,5 tahun. I don’t know.

Waktu Pak Ulil (Ketua Prodi EKI) memaparkan dengan jelas dan gamblang sistematika KKN kami, Model PKL(Praktikum 1, Praktikum 2 dan berujung pada Skripsi), “Studi Banding dan Kewirausahaan” dan sebagainya, sungguh Pipit sangat antusias untuk menyimaknya. Sekali lagi karena salah satu target saya yang ingin wisuda tahun ini juga dan keinginan Pipit agar tak lama-lama lagi tenggelam dalam kesibukan kampus seperti ini. :D

Dan Kaprodi dan segenap jajaran Dekan FEBI memutuskan bahwa Praktikum 1 akan dipaket langsung dengan Studi Banding dan juga Kewirausahaan yang dilakukan dalam satu waktu setelah selesai UAS Semester 6 ini tepatnya bulan Juni 2014 nanti sekitar tanggal 20an. Dan Kaprodi menegaskan, setelah Studi banding yang disetarakan dengan Praktikum 1 itu selesai akan dikeluarkan Sertifikat Praktikum 1(Serifikatnya sebagai syarat untuk mengajukan judul Skripsi), Lalu Mahasiswa diwajibkan segera menyusun Laporan Studi Banding/Praktikum 1 tersebut dan disusul dengan Proposal Skripsi yang  akan kami buat. 

Kemudian kami juga akan membuat sendiri surat Pengajuan rekomendasi untuk Praktikum 2(Magang di Lembaga keuangan baik Bank atau Non Bank)-yang kalau bisa tempat Praktikum 2 sama dengan tempat Penelitian untuk Skripsi yang kami pilih, dan kabar buruknya : kami harus mencari sendiri tempat Praktikum 2, sementara pihak Fakultas hanya mengACCnya saja. Jadi istilahnya mandiri tapi repotjuga kalau ga ada jaringan buat masuk ke bank atau perusahaan yang didamkan untuk tempat praktikum 2. hiksss :(( Walaupun begitu yang selalu pipit jadikan acuan dan juga motivasi buat diri sendiri karena target Fakultas bahwa Bulan 9 nanti kami bisa selesai menulis skripsi, lalu segera sidang dan mendaftar wisuda! hufftt \m/

Tentu reaksi Mahasiswa amat beragam dengan segala pemahaman berbeda di kepala masing-masing. Ada yang senang luar biasa karena akan segera mengakhiri perjalanan panjang kuliah ini, tapi juga rasa was-was yang membayangkan betapa deadline waktu yang mepet, belum  biaya yang ga sedikit untuk melaksanakan semuanya dengan cepat.

Dan saat ini berita yang tersebar di kalangan mahasiswa semester 6 kini sedang hangat-hangatnya alias jadi trending topic banget seputar Praktikum 1 ini. Pipit memang mendengar isu-isu beberapa kelompok Mahasiswa yang ingin protes dan menuntut kaprodi untuk meninjau kembali keputusan itu, terus isu yang beredar lainnya bahwa Mahasiswa boleh memilih menerapkan praktikum 1 seperti tahun-tahun sebelumnya (mengikuti kakak tingkat yang mamgang). Dan sungguh saya pusing mendengarnya karena salah satu yang bikin engga tenang itu karena surat edarannya belum keluar juga padahal sudah di janjikan dari hari Selasa 29 April lalu.

Pipit sih lebih baik bersikap netral saja sekarang. Meskipun ada beberapa pertimbangan untuk memutuskan ikut Studi Banding ini, tapi saya cukup ber-positive thinking  saja. Pastilah segala sesuatu yang ingin dicapai itu butuh pengorbanan, dan anggaplah ini salah satu bentuk pengorbanan dan sekaligus juga sebagai kenang-kenangan di masa akhir perkuliahan ini. Kapan lagi toh belajar sekalian jalan-jalan bareng teman-teman seangkatan? Just feel it fun.

Pipit sudah cukup pusing sekarang, konsentrasi terpecah, fokus terbagi-bagi. Mata Kuliah semester enam ini sudah cukup membuat kepala berasa diputar-puta karenaa sedang masuk ke masa MID semester. Belum lagi judul skripsi yang belum segera diciptakan, terus uang buat Studi Banding/Praktikum 1 belum cukup. Ini muka udah kerut-kerut aja tiap hari ihhh… :’(

Entah kata-kata apa yang bisa mewakili perasaan dan keadaan saat ini. Mungkin salah satunya “Kamu masih muda kok ya sudah banyak pikiran gini pit”~ KemudianHening.

Ya Allah, Kuatkanlah diri ini. Amin :')


Wassalam~