Writing Of Pipit

Selasa, 29 Maret 2011

Aku gak Suka kamu pergi

Sebelumnya maaf banget kalau Blog ini jadi media curhat pribadi Aku.
Tapi mau gimana lagi coba??
Cuma inilah yang bisa aku lakukan, di waktu senggang yang ku punya, rasanya asyik juga kalau menceritakan sedikit kisah yang baru-baru ku alami.. hehe :)

So, Lets Begin..
Love,,, Love,,,, Love.....
Sebenarnya malas talking about Love. Soalnya Aku selalu Patah hati dalam soal percintaan.(Kesihaaan, upin-ipin*mode On) :)
Tapi memang Kenyataannya begitu, sepertinya begitu menyedihkannya pengalaman cintaku = Tak pernah berbuah manis. Apa memang nasibku ya yang takkan pernah mendapat balasan cinta dari orang yang ku puja???..
Entahlah,, Tapi satu hal, aku yakin Tuhan pasti punya rencana yang baik untukku sehingga inilah yang terjadi sekarang.Jadi ya Syukuri aja semuanya, dibawa have Fun, dan pikirkan masalah lain yang lebih penting dari pada sekedar cinta-cintaan. :)

Nyatanya,, apa yang diucapkan bibir gak sama dengan apa yang dilakukan. Aku bisa dengan santai bilang, " Oke, aku bisa hidup tanpa dia.Mudah kok buat ngelupain dia. Dan mulai sekarang aku gak mau memikirkannya". Ya, gampang banget aku mengumbar lisan tersebut saat aku tahu bahwa dia tlah mencampakkanku. Tapi bibir dan hati ini gak pernah sinkron. Hati ini terus menyimpan rasa yang mernama sayang pada orang itu, Otak ini masih memikirkan dia yg sudah tak pantas lagi untukku, Mata ini terus memperhatikannya ketika aku tahu dia ada di dekatku, dan akhirnya bibir ini menarik lagi kata-kata sebelumnya dan menggantinya dengan, " sumpah, aku belum bisa melupakannya, Aku masih terlalu menyayanginya, Aku benar2 gak siap jika harus hidup tanpanya".

Memang sangat sulit untuk melupakan sebuah kenangan. Apalagi katakanlah aku hanya seorang gadis belia yang masih rapuh, terlalu sulit untuk berlaku dewasa, pun pada diriku sendiri. Aku sendiri gak tahu kenapa aku bisa jadi cewek lemah kayak gini. Hanya karena ditinggal pergi oleh seseorang yang aku suka, sakitnya dalem banget... :(

Kenapa semuanya terasa membekas???
Karena dengan orang inilah aku pertama kali merasakan semuanya ( Tapi masih Positif Loh.. :P)
Ya,, Fisrt Experience... Pertama kalinya suka banget ma cowok, pertama kali disms-in yang romantis ma cowok, pertama kali diajakin jalan ma cowok, diajak makan, dia Juga cowok pertama yang ku ajak main ke rumah dan ku kenalkan pada keluargaku. Pokoknya yang serba perdana..
Dan saat aku baru mau membungkus kenangan itu dengan sangat Indah, Deg(sambil menelan ludah),,, dia meninggalkan aku tanpa alasan yang jelas.. Sakit banget rasanya.. Gak gampang untuk melupakan kenangan yang serba pertama kali ku rasakan itu..

Hmmmzzz..Andaikan aku bisa memutar waktu, mungkin lebih baik aku tidak mengenalnya sama sekali daripada harus terluka teramat dalam seperti ini... Sebab semuanya serasa sulit sekali di hapus seperti virus komputer yang sudah melekat.

Tapi anehnya, aku masih terus membodohi diriku sendiri dengan terus memikirkannya, mengingat-ingatnya, seakan tak ada lagi lelaki lain di luar sana yang bisa menggantikannya. Itulah bodohnya seorang pipit. Aku masih menyimpan semua sms2 dia yg penuh dgn keGombalan dan janji palsu, aku masih menyimpan fhoto2 kenanganku bersamnya dulu, dan aku juga masih terus mencari-cari tahu tentangnya bagaimanapun caranya. Kuakui kalau Aku belum siap jika benar-benar menghapus bayangnya dari hidupku. Padahal aku sangat sadar bahwa hidupku tak selamanya Ia, Pun Ia juga sudah tak perduli lagi padaku, jadi unuk apa aku terus menahan rasa yang memang tak tepat pada tempatnya.???

Dan kini aku mau mulai terbangun dari mimpi bodohku ini. Aku tidak mau jatuh berlarut-larut karena masalah yang sangat tidak penting ini. Hanya saja aku mengucapkan terima kasih banyak atas semua kenangan yang telah kau ukir dihidupku, Ini semua sangat Indah bagiku. Jika kelak Tuhan mempertemukan kita kembali di masa yang akan datang, aku ingin katakan padamu " Terima kasih tlah menjadi Teman yang terindah buatku dulu," :) .

Kali ini aku harus benar-benar komitmen pada ucapanku, aku akan menutup rapat kenangan ini. Biar Hanya aku, dia, dan Allah yang tahu.Mungkin saatnya aku membuka hatiku untuk orang lain yang lebih bisa menerima aku apa adanya, yang bisa buat hidupku lebih berarti, dan mengajari aku untuk lebih memaknai hidup ini.. :)

^Fitriany Fajeri^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar