Writing Of Pipit

Minggu, 27 Juli 2014

Happy Eid Mubarak World



Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar walillahilhamd’.

Gema takbir Ied begitu menyeruak di kota ini dari semalam hingga tadi pagi ketika saya melangkah menuju masjid di dekat rumah untuk melaksanakan Shalat Ied.

Haru dan bahagia tak pernah luput di hati ini merasakan hangatnya hari yang fitri. Dalam hati saya juga terus menyenandungkan takbir yang sama mengingat momentum setahun sekali yang begitu special dibuat Allah ini.

Ketika sampai rumah, seperti biasa ritual saling bersalaman dan memohon maaf dengan keluarga di rumah dan dilanjutkan makan bersama. Ya, saya sungguh bahagia hari ini dengan segala situasi dan keadaannya.

Namun tetap saja ada yang mengganjal hati disaat-saat sekarang, mikirin ini, ini, dan itu, dan ada hal-hal lain yang membuat saya susah tidur dan terlalu berpikir kesana.

Oh Ya Rabb, Sungguh saya tak ingin merusak suasana Idul Fitri yang menenangkan dan menyenangkan ini rusak karena pikiran-pikiran saya di masa depan. Saya harus bersyukur, untuk setiap nafas, setiap kesempatan dan setiap apa yang saya alami selama ini.

Sekarang ayah dan Ibu sudah sibuk manggil-manggil saya keluar dari kamar karena beberapa tetangga dan teman sudah datang silaturahim ke rumah, saya masih sibuk main laptop di kamar. Bukan waktunya untuk duduk di depan monitor pagi-pagi begini dan bertengger di blog.

So, Happy Eid Mubarak World!!! :)

Sabtu, 19 Juli 2014

Ramadhan, Ied, Proposal!



Hari ini sudah tanggal dua puluh satu ramadhan, dan di rumah sudah mulai sibuk menyiapkan kue-kue enak, sudah ada kehebohan baju lebaran, rencana sholat ied dimana, mengurus daftar masakan-masakan yang harus disediakan oleh ibu di lebaran nanti, saudara-saudara dan keponakan mulai berkumpul dan sebagainya dan sebagainya.
Saya, agak sedih namun bahagia juga. Ramadhan akan segera berakhir, tapi Idul fitri juga merupakan hari yang paling menyenangkan.
Idul Fitri  itu, selalu bikin saya ingin kembali pulang  padahal memang saya sedang di rumah. 
Idul Fitri itu, bikin saya “rindu” walaupun nggak tau sama siapa. 
Idul Fitri  itu amazing, segalanya.
Tapi hari ini, ramadhan yang mendekati idul fitri ini, rasanya ada yang mengganjal hati.
the most worst thing now is that, I had a bunch worries of proposal skripsi dan skripsi yang nggak ada matinya. dan ini menguras semuanya.
And I don’t know why I’m crying. listening to murrotal of Qur’an, missing the “takbir Eid” moment so bad, even it’s only a week to go. A week to go. and I haven’t found any Eid feeling
Tapi ini gak akan merusak kebahagiaan saya menyambut Idul Fitri nanti, juga gak akan membuat saya menyia-nyiakan kesempatan ibadah di bulan baik ini.
Dear My Rabb, please always tell me, “it’s never too late to have the 'Ramadhan and Eid's spirit in your heart.”


Selasa, 01 Juli 2014

Alhamdulillah :)



Alhamdulillah. Syukur tak terbatas bisa menikmati “Ramadhan karim” yang penuh berkah di tahun ini. Meskipun di awal ramadhan saya sudah kedatangan tamu tak diundang sehingga belum bisa menjalankan ibadah tahunan ini, tapi antusiasme saya tetap tinggi untuk bisa mengambil momen supaya bisa menjadi manusia yang lebih baik, dan lebih baik lagi tahun ini.

Biasanya di tahun-tahun lalu bulan puasa pasti bertepatan libur semester. Namun kali ini sedikit berbeda, libur semester bukanlah arti libur yang sesungguhnya. Karena deadline proposal skripsi(Bab 1), pesantren metodologi, ujian proposal dan ujian kompre menunggu saya terhitung sepanjang  bulan ini hingga bertepatan selesai dua-tiga hari sebelum lebaran nanti. Its mean, saya harus bolak-balik Prabumulih-Palembang untuk melakukan itu semua dan benar-benar menjaga kesehatan biar ibadah lancar, kuliah juga lancar. 

Saya sering bikin wish list dalam waktu-waktu sekarang, semoga ini, semoga itu, dan sebagainya dan sebagainya, tapi itulah yang kadang bikin saya semangat menjalaninya. Dan saya tahu bahwa semua itu hanya bisa dicapai jika saya memulai langkah saat ini juga untuk semakin dekat dengan tujuan-tujuan saya.

Time is money adalah pepatah lama yang dulu sering saya dengung-dengungkan ketika kecil. Tapi semakin saya dewasa seperti sekarang, mungkin interpretasi maknanya lebih dalam dari itu dan bisa dihubungkan dengan banyak hal. Iya, saya jadi ingat film” in time”.  Ketika waktu adalah harga mati yang harus dimiliki setiap orang untuk bertahan hidup, membeli apa saja, membeli kehidupan. Walaupun saya bilang film itu agak berlebihan soal peran waktu. Namun yang disampaikannya cukup membuat saya mengerti bahwa memang tak ada gunanya menyia-nyiakan waktu.

Sekarang waktu-waktu berharga sedang dating dalam kehidupan saya, bulan berkah, kesempatan untuk menyelesaikan kuliah, berkumpul dengan keluarga tercinta dan segala yang menyenangkan hati saya. Waktu yang saya syukuri karena saya masih bisa menulis di blog ini barang setengah jam. Don’t waste a time, iya saya  harus menggunakan waktu untuk lanjut ngerjain proposal lagi setelah ini, karena saya harus bimbingan ke PA beberapa hari lagi.

See ya my blogSelamat berpuasa!!!! :)