Hari ini sudah tanggal dua puluh satu ramadhan, dan di rumah
sudah mulai sibuk menyiapkan kue-kue enak, sudah ada kehebohan baju lebaran,
rencana sholat ied dimana, mengurus daftar masakan-masakan yang harus disediakan oleh ibu di
lebaran nanti, saudara-saudara dan keponakan mulai berkumpul dan sebagainya dan
sebagainya.
Saya, agak sedih namun bahagia juga. Ramadhan akan segera
berakhir, tapi Idul fitri juga merupakan hari yang paling menyenangkan.
Idul
Fitri itu, selalu bikin saya ingin
kembali pulang padahal memang saya
sedang di rumah.
Idul Fitri itu, bikin saya “rindu” walaupun nggak tau
sama siapa.
Idul Fitri itu amazing, segalanya.
Tapi hari ini,
ramadhan yang mendekati idul fitri ini, rasanya ada yang mengganjal hati.
the most worst thing now is that,
I had a bunch worries of proposal skripsi dan skripsi
yang nggak ada matinya. dan ini menguras semuanya.
And I don’t know why I’m crying. listening to murrotal of
Qur’an, missing the “takbir Eid” moment so bad, even it’s only a week to go. A
week to go. and I haven’t found any Eid feeling.
Tapi ini gak akan merusak
kebahagiaan saya menyambut Idul Fitri nanti, juga gak akan membuat saya
menyia-nyiakan kesempatan ibadah di bulan baik ini.
Dear My Rabb, please always tell me, “it’s never too late to
have the 'Ramadhan and Eid's spirit in your heart.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar