Writing Of Pipit

Selasa, 31 Desember 2013

2014 : Health, Strong, Happy and finish my Scholar!!!



Selamat Tahun Baru Semuanya!!!
Be a Better Person Anyone!!!

Feel so fast ya.! Setiap orang pasti merasa waktu begitu cepat, eh sekarang udah berganti tahun (lagi) aja. :)

2013 ke 2014 buat pipit bisa dibilang pergantian tahun yang paling melelahkan dan menggalaukan. Karena harus bolak-balik Prabu-palembang untuk  mengikuti 2 mata kuliah yang harus UAS dadakan karena dimajukan dari jadwal aslinya dan pertemuan tambahan dua mata kuliah yang belum rampung karena masih ada materi terakhir yang harus disampaikan. Jadi sudah capek di perjalanan ditambah capek menguras otak dan bersenam jari untuk mengerjakan UAS kemarin. -___-

Belum lagi pilihan sulit ketika menerima telepon untuk interview di salah satu perusahaan media di Palembang yang bertepatan dengan UAS hari itu. Sementara perisapan ga ada dan saya bingung harus minta tolong ke siapa untuk bersedia mengantar saya ke tempat interview, karena alamatnya yang agak susah dijangkau dengan angkutan umum. :(

Jadilah karena berbagai alasan tersebut dan penyesalan yang amat besar saya melepaskan kesempatan emas ini. Padahal, kalau mengingat-ingat proses saya buat surat lamaran, mencari alamat kantornya dan gimana perjuangan mengurus semuanya serta itikad baik saya yang mau kuliah sambil kerja rasanya terbuang sia-sia. Berat tapi itulah pilihannya, dengan keadaan yang bertabrakan antara interview dan UAS saya harus memilih UAS karena saya gak mau setengah-setengah untuk menyelesaikan perkulliahan ini. So, I choose it!

Kembali ke permasalan kuliah, Proses pengambilan keputusan anak-anak sekelas kemarin ntuk melakukan UAS lebih awal juga dipicu karena dosennya yang  juga mempengaruhi kami dengan bilang, “Kalau UAS udah duluan, kan Tahun Baru Jadinya lebih tenang dan menyenangkan”. Padahal kan sama aja ya kalau dilakukan sesuai  jadwal yang ditentukan Fakultas, malah lebih ada waktu buat belajar dan menyiapkan diri. Tapi yang udah terjadi yasudah, yang penting sekarang beban berkurang karena sudah dua mata kuliah yang lewat dan sisanya harus lebih maksimal lagi dikerjain ketika tanggal 6 januari mendatang. Wish me luck ya.!!! ;)

Pertemuan tambahan dua mata kuliah yang lain sebetulnya juga cukup menyenangkan. Mungkin dipengaruhi faktor dosennya yang gaul, muda, ganteng, pinter, asik dan keren, tapi sayang udah punya istri. Haha :p #Abaikan
Sebenarnya bukan faktor itu saja sih, tapi pipit memang selalu suka ketika beliau menjelaskan materi dengan gayanya yang apik, setiap belajar di kelas pasti selalu membuat saya paham akan sedikit lmu yang ia bagi. Beliaupun juga tak sekedar memberi materi kuliah saja, tapi diselingi dengan berbagai filosofi hidup yang kadang menjadi sebuah renungan, motivasi dan sebagainya untuk membuat kami semua menjadi manusia yang lebih bermanfaat dan lebih baik lagi ke depannya tentunya.
Singkatnya, Alhamdulillah semuanya sudah terlewati walaupun efeknya badan saya berasa  cuapeeeek sekaliiii..!!! -_-

Dan apa cerita pergantian tahun semalam??? Huehehe
Sebenarnya gak ada planing buat kemana-mana, gak juga ada keinginan buat bakar-bakaran atau ngelihat kembang api yang menghias di kelamnya langit di detik-detik tahun baru. Oh No..!!! saya lebih suka memilih tidur dan istirahat dirumah, entah itu sekedar tidur atau nonton TV, meskipun yang paling favorit adalah baca buku (apalagi kalau udah ada buku baru, dijamin betah dikamar). Hehe

Jadinya, semalam itu my aunty alias tante a.k.a bibik(panggilan sayang loh ini, hehe) sms ngajak kerumahnya buat kumpul tahun baruan, juga karena sudah ada kakak-kakak dan adik-adik sepupu saya di rumah beliau. Ya berhubung sudah diajakin dari jauh-jauh hari buat kesana, yo wess semalam meluncurlah kesana setelah pipit shalat Isya’ dan meredakan hujan yang gak terlalu deras tapi awetnya lumayan sekali tadi malam. hehe
Dan setelah ngebantu mereka bakar-bakaran (untung ga bakar rumah ya, haha) saya pulang kerumah karena memang pesan Ibu buat tidur dirumah saja. Karena pipit perginya bareng kakak kandung saya, kan mahram saya dong, ya otomatis amanlah ya untuk pulang dan jam menunjukkan sekitaran pukul dua belas malam teng. :D

Dan semalam adalah pengalaman pertama saya lihat kembang api bertebaran di kelamnya langit malam di momen masuknya tahun baru sepanjang sejarah hidup pipit. Selama dua puluh tahun hidup saya, ga pernah loh sebelumnya ngerayain tahun baruan atau apalah namanya buat jalan keluar, just stay home dan tidur pulas. Tahunya, Kebiasaan dulu itu ketika bangun tidur waktu sudah berganti menjadi lembaran tahun yang diawali dengan bulan januari lagi. :)

Kesannya bagus sih ngelihat langit gelap menjadi warna-warni, meriah, jalan-jalan yang ramai sekali dan begitu banyak orang yang keluar dari rumah sambil meniup terompet, sepanjang perjalanan juga di beberapa rumah cukup banyak warga yang melakukan hal yang sama seperti dirumah nenek tadi, yah semacam seremonial yang sayang dilewatkan untuk memenuhi malam itu dengan asap yang beroaroma sate, jagung bakar dan semacamnya yang membuat omset jangung dan daging ayam pasti tinggi sekali ya. Hehe

Saya juga mikir, alangkah banyaknya uang yang ditukar menjadi kembang api dan dibakar menjadi petasan yang suaranya jedar-jedor untuk memekakkan telinga. Sesuatu yang menurut saya banyakan mudharatnya dibanding maslahatnya. But itu just my private opinion, Cuma pendapat pribadi. Toh,  itu semua pilihan orang masing-masing dan gak berhak untuk pipit mencampuri urusan orang ya.:D

Intinya, saya menganggap semalam itu sebagai pertemuan keluarga saja. Kan sudah lama juga ga bertemu, ga bercanda dan menghabiskan waktu bersama. Jadi quality timenya diganti dengan obrolan flashback dan makan bersama mereka. And it feel so awesome. ^_^

Lalu apa resolusinya buat 2014 ini?
Standarnya yang pasti lebih baik dibanding tahun lalu dan menjadi manusia yang lebih bermanfaat untuk diri sendiri juga orang lain. Saya pengennya 2014 : Health, Strength, Happy and finish my Scholar!!! Aamiin :)



Jumat, 27 Desember 2013

Meminta kepada yang Maha pemberi..





Malam ini pipit ingin membahas  tentang “meminta”.  Iya, kita sebagai manusia sering banget kan yang namanya meminta. Entah itu sama orang tua, sama saudara, sama temen, sama bos, atau sama siapapun yang bisa kita jadikan sumber pemberi bagi kita. Bahkan kita terlalu menggantungkan harapan kepada “mereka” sampai-sampai kita suka lupa hakikatnya bahwa hanya satu yang wajib menjadi tempat kita meminta, yaitu Allah swt.

Apalagi kalau pipit mengingat isi ceramah dari tabligh akbar ustad Yusuf Mansyur waktu mengisi acara milad Syariah di Kampus IAIN Raden Fatah Palembang beberapa waktu lalu, yang benar-benar mengingatkan saya dan juga semua yang hadir disana untuk kembali menuhankan Allah dalam segala kehidupan manusia ini.

Saya ga akan bahas semua yang beliau sampaikan saat itu disini kok. Pipit  hanya akan mengutip beberapa hal saja yang mungkin bisa jadi sebuah nasihat atau pengingat untuk kita-kita ini yang rasanya Ilmunya masih jauh, apalagi untuk mengamalkan semua titah Tuhan di bumiNya dan lebih sering lupanya disbanding mengingat wasiah yang baik-baik itu. Hehe

Back to topic! Sadar atau enggak, saya sering mikir kalau benar juga apa yang dibahas saat itu yang mengatakan bahwa manusia itu sudah keterlaluan mempunyai Tuhan selain Allah dalam kehidupan ini. Apalagi dengan melihat situasi yang terjadi saat ini, dengan begitu banyak persoalan ekonomi maupun sosial membuat manusia kian jauh dari kebutuhan batinnya karena terlalu sibuk mencari untuk dunianya. Betul?

Hari gini gitu loh, kebutuhan banyak, tuntutan ini itu makin menjadi, semuanya harus dicapai dengan sebuah benda yang namanya “uang”. Hal itulah yang menjadi awal dari segala ketidak beresan perilaku kita yang efeknya kadang bikin kita lupa bahwa apa yang kita cari saat ini akan kita tinggalkan semua, dan kita bahkan lupa meminta Allah saja yang mencukupkan kebutuhan kita. Entah lupa atau kita yang memang gak mau, ya tentunya diri kita sendiri yang lebih tahu jawabannya ya. (baca= introspeksi) ;)

Saya juga kadang gitu kok. Apalagi mengingat status saya yang belum kerja, masih seorang mahasiswa yang memasuki tingkat akhir dengan kebutuhan banyak banget yang you know lah~ dan satu-satunya sumber keuangan saya hanya ORANG TUA. Bukan hal yang pipit mau loh dalam keadaan seperti ini, istilah halus masih tanggungan orang tua itu sebetulnya bermakna “saya harusnya sudah bisa mandiri dengan umur yang cukup dewasa dan sudah sepatutnya tidak lagi menjadi beban orang tua”. Sungguh cetak hitam itu selalu menjadi warning di kepala pipit sejak saya lulus SMA sampai sudah menginjak semester lima yang akan segera berakhir ini.

Tapi ya seperti ustad bilang tadi, bukan hanya dari isi ceramah beliau  juga sih sebenarnya. Banyak hal-hal yang saya pahami entah itu nasihat dosen, bacaan-bacaan yang bagus untuk penanaman nilai-nilai kesyukuran, lingkungan disekeliling, cerita hidup orang lain, dan banyak hal lainnya yang menjadi guru dalam hidup pipit yang makin menguatkan saya untuk terus bertahan dan selalu mensyukuri semuanya, dan terpenting menempatkan Alllah di ururtan teristimewa untuk segala yang saya bisa hirup dan pipit nikmati hingga sekarang.

Seperti saat menikmati minggu tenang sebelum UAS ini, pipit menghabiskan waktu untuk pulang ke rumah di Prabumulih. Disini banyak pula hal-hal yang bikin pipit makin berat beban moral untuk rasanya secepatnya mengakhiri fase kuliah ini agar pindah ke step hidup berikutnya agar segera berganti tugas dengan Ayah-ibu untuk menjadi sumber penghidupan kami.

Perbincangan mereka, usaha-usaha mereka untuk mencukupkan kebutuhan anak-anaknya yang lain (selain saya dan adek gita -yang harusnya bukan lagi tanggung jawab orang ayah dan ibu = baca saudara saya yang sudah menikah maupun sudah bekerja), saya hanya bisa menjadi saksi dari getirnya perjuangan mereka untuk kebahagiaan kami. :’)

Lalu apa yang bisa pipit lakukan saat ini selain memeluk mereka dengan doa-doa dan harapan baik saya? Saya selalu meminta Allah sebagai Pemilik Apa yang di Langit dan Bumi ini untuk selalu menjaga mereka dan melapangkan hati Ayah dan Ibu. Diberikan kesehatan yang baik, dilancarkan rezekinya entah yang kecil maupun besar, menggantikan bulir-bulir keringat yang mereka teteskan dari dulu sampai saat ini dengan kebahagiaan lain yang akan aku berikan nanti InsyaAllah. Ahh, sungguh tak terbatas apa yang pipit Munajahkan kepada Allah..

Mungkin usaha saya yang udah dilakuin belum berdampak sekarang, dari yang nyoba usaha jualan pulsalah, atau cari kerja parttime buat sedikit mengurangi beban kedua orang tua, rasanya masih nihil. Mungkin Allah belum menunjukkan jalan itu sekarang. Tapi ingat kembali reminder dari ust.YM bahwa bukan cari kerja atau usaha lain yang diutamakan, tapi juga dzikir dan sujud kita banyakin terus. Dhuhanya perbanyak lagi, Ngajinya dipupuk terus dan sedeqah untuk mengingat masih banyak yang jauh kurang beruntung dibanding kita agar kita bisa menjadi hamba yang lebih berarti isi kehidupannya.

Dan penutup posting kali ini, pipit pengen minta lagi sama Allah, Yang Maha Pemurah atas segala permintaan hamba-hambaNya.
Tolong beri hidayah untuk kami semua agar menjadi manusia yang selalu menuju pada jalanMu, panjangkan umur kami semua agar bisa beribadah lebih banyak kepadaMu Ya Illahi, dan cukupkanlah segala kebutuhan kami dan jaga hati kami agar selalu senantiasa menjadi makhluk yang pandai bersyukur.. Aamin Allohuma Amin.. :)

Prabumulih, 27 Desember 2013.


Kamis, 19 Desember 2013

Desember = Hujan = Macet!!!

Desember ini bisa dibilang berkah dan ujian selalu beriringan. hehe
Berkahnya yah segala sesuatu bisa dikatakan berkah selagi bermanfaat buat diri ini, nikmat bernafas sampai saat ini termasuk juga berkah toh? dan banyak keberkahan lainnya yang sudah tercurah buat pipit dan semua makhlukNya.. :)

Nah, kalau ujian gimana?
Ya dinikmatin ajalah ya, seperti ujian-ujian yang datang sama derasnya dengan air hujan yang terus membasahi kota Palembang dan kota-kota lainnya juga di negeri ini sekarang. :')

Kadang aku suka ngeluh, gak munafik malah bisa dibilang sering. Tapi kadang suka sadar sendiri bahwa keluhan yan keluar itu malah semakin menunjukkan ingkarku akan nikmatNya, lagi dan lagi. :(

Sebenarnya banyak yang pengen pipit tulis malam ini, cuma gara-gara pengaruh cuaca dingin dan badanku yang capek berat setelah seharian ngampus dan pulang larut lagi hari ini, jadi aku cuma mau share foto yang aku dapet tadi sore sewaktu pulang kuliah dengan kondisi hujan-hujanan, menunggu Busway yang lama dan beragam ujian lainnya.

You know" Efek Domino" ???
Sesuatu yang terjadi layaknya sebuah kartu yang disusun berdiri, ketika disentuh satu dan terjatuh, kemudian merembet ke yang lain hingga semua kartu ikut terjatuh.  Analoginya Ya seperti yang dialami hari ini, Hujan deras, terdampar di masjid dengan harapan hujan mereda sebentar biar bisa pulang, perjuangan keluar area kampus dengan badan basah kuyup, terus nungguin busway yang ga dateng-dateng layaknya menunggu jodoh menghampiri. wih, makin hiperbola rasanya bahasa ini ya.. haha

Makanya aku mau pilih judul malam ini : Desember = Hujan = Macet!!!


(sempat-sempatnya moto padahal sudah gelap dan jembatan penyeberangan banyak yang lalu-lalang. hehe)

Sekian dulu posting malam ini, selamat istirahat semua.. :)

Minggu, 08 Desember 2013

Forgive me....



Kesalahan fatal hari ini adalah membiarkan orang lain menunggu tanpa kepastian dan membiarkannya kecewa dan tenggelam didalamnya. Padahal aku tahu ini pertemuan pertama dan "kesan pertama itu menentukan" begitulah kata seorang guru SMAku dahulu..

Astaghfirullah... Aku benar-benar merasa bersalah karena keteledoranku sehingga aku ga bisa menepati janji.. Terdengar klise, tapi begitulah adanya. Ada beberapa kejadian yang ga bisa kita atur sesuai dengan keinginan kita. And see, beginilah buahnya. Maaf atas panggilan-panggilan yang terabaikan, maaf atas terbuang waktu satu jamnya menunggguku dengan cuaca panas seperti ini, maaf pesan-pesannya yang baru terbaca ini. Sungguh aku tidak dengan sengaja melakukan semua ini.

Pipit sadar, apapun alasanku, aku tetap bersalah. Dan jika aku terus memelihara kebiasaan yang seperti ini bukan tidak mungkin aku akan menyesal karena akan mengecewakan orang-orang lain lagi setelah ini.

Sekali lagi Maaf...
Forgive all my mistakes..
Just Forgive me..

Sungguh, aku masih menjaga harapan untuk punya kesempatan lagi walau aku tahu itu mustahil. Semoga kau tak menganggapku seorang yang penuh harapan palsu dan Allah selalu melapangkan hatimu..

Aku sadar diri, aku tlah memilih membuat penyesalan kecil hari ini. Dengan begitu, semoga aku bisa belajar dan mengambil hikmah dari semua ini. Bagaimanapun, kau tetap menjadi temanku berbagi cerita, meski tanpa pertemuan, bagiku kau tetap teman berbagi yang baik..

Suatu hari jika kita ada kesempatan untuk melakukan pertemuan, satu hal yang pasti aku tidak akan meruntuhkan janji lagi..

Penuh maaf, pipit.
Palembang, 9 Desember 2013.

Sabtu, 07 Desember 2013

Waktu terus berlalu...




Ga berasa udah masuk minggu kedua di Desember  2013. Penghujung tahun yang benar-benar ga terbayang begitu cepat mengiringi kehidupan semua manusia di bumi ini, termasuk pipit. Hee

Kalau mau Review ke belakang, so much an awesome and wonderfull memories in my life. Rasanya Allah swt sudah sangat begituuu baiknya sama saya sehinggga menganugerahkan kenangan yang amat banyak hikmah yang bisa saya petik dari setiap inci kejadiannya. Kadang sayanya aja yang kadang kufur nikmat, sehingga banyak kesempatan yang berlalu sia-sia. Atau malah kenikmatan dari Allah yang mungkin karena kesalahan, kecerobohan, kekhilafan, atau apalah bahasanya ya yang  saya sendiri yang membuatnya  atau saya malah mengabaikan anugerah-anugerah tersebut, sehingga Allah mengambilnya dengan telak dan saya saat ini hanya bisa berharap-harap semoga Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik ke depannya. Aamiin..

Banyak persoalan yang begitu berharga di tahun ini yang sudah pipit lewati.  Mulai dari pendidikan, masalah keuangan, keluarga, asmara, ketemu orang-orang yang ga pernah saya sangka sebelumnya akan hadir dalam kehiidupan sayapersahabatan, getirnya sebuah usaha dan ribuan pengalaman menarik yang harusnya bisa menjadi sebuah evaluasi yang akan amat sangat membantu saya untuk jauh lebih baik kedepannya.

Tahun ini sungguh tahun yang luar biasa tentunya.  Apalagi persis di tahun ini saya meninggalkan umur belasan, menyambut tingkat kedewasaan yang juga menuntut saya untuk semakin berpikir kedepan. Dan sungguh, jika saya tetap stuck di tempat dan masih terpuruk dalam pola pikir yang sama, saya akan sangat merugi telah membuang 20 tahun waktu saya untuk menjadi manusia yang bermanfaat sesuai titah Allah swt.

Meskipun saya juga sering merasa nelangsa, dilema atau galau yang mencekat disaat-saat tertentu yang kadang bikin saya pusing untuk memikirkannya dan membayangkan sesuatu tersebut seperti jengah sendiri. Tapi InshaAllah dengan meminta pertolonganNya di setiap sujud saya, Allah selalu menunjukkan jalan terbaiknya untuk kedepannya.

Tinggal beberapa hari lagi, yap, hanya hitungan hari yang ga banyak itu, kita akan segera menyambut tahun yang baru lagi. Makin banyak resolusi yang telah dibuat bukan?. Tapi harusnya bahan perenungan juga buat kita semua tentang apalah yang sudah kita kerjakan selama setahun ini? Mudah-mudahan sedikit saja rasa sesalnya dan lebih banyak maslahatnya ya.. Aamiin.

Akhir desember, berarti mengingatkan saya juga akan berakhirnya semester 5 perkuliahan yang saya jalani. Semakin menggiatkan saya untuk sesegera mungkin menyelesaikan tugas-tugas kuliah yang menumpuk di akhir, kemudian menyiapkan diri untuk final exam di awal januari nanti. Hanya beberapa minggu lagi, dan saya kadang masih kebanyakan nyantainya ketimbang sibuk “belajar”nya.
 So, come on, sudah saatnya bangkit lagi, isi lagi semangat dan keinginan yang sudah diimpikan sedari saya memmulai semua ini. Walau memang kadang rasa bosan kerap sekali hadir dalam diri ini, saya gak boleh jatuh dan K.O olehnya. Saya juga mesti benar-benar membenahi langkah yang mulai goyah dan hampir keluar arah. Saya sangat sadar kadang kemalasan dan pembosan masih sering saya pelihara dalam hidup ini. Padahal itu racun paling efektif untuk meruntuhkan dan menggagalkan pipit.

Dan saya gak akan banyak janji atau harapan lagi terhadap orang lain. Tapi fokus memperbaiki diri adalah jalan terbaik. Saya gak seharusnya menyesali atau meraung-raung terhadap kesempatan yang sudah lewat. Karena waktu yang telah hilang ga akan bisa dibeli apalagi diulang. Seumpama hal terpenting buat saya sekarang adalah selesaikan kuliah ini secepatnya lalu terjun ke dunia sebenarnya dan membuat orang tua saya bahagia, just it.  Mari pit, perbanyak ibadah lagi, belajar pantang menyerah, ciduk Ilmu dari pintu manasaja, boleh merawat kenangan tapi tidak dengan kesedihan, sunngguh kelak kenyataan di depan sana menunggu kita yang lebih bertenaga dalam mencapai sebuah usaha kebermanfaat hidup dan memperoleh kebahagiaan yang hakiki. Inshaallah..

Palembang, Malam minggu, 7 Desember 2013, 9.30pm.

Senin, 02 Desember 2013

Miss you Mom..


Malam ini ketika pipit mindahin data beberapa foto dari memorycard hp ke leppy, tiba-tiba ngelihat foto diatas. Langsung deh hati berubah mellow. Berasa pengen balik ke Prabumulih barang sebentar buat ngabisin waktu sama Ibu. :') *mulai drama* hehe

Terus si wiwin(kakak kandung pipit, perempuan yang tepat diatas saya hehe) sms nanyain "kapan balik ke prabu pit?" karena dia udah ga tinggal dirumah dan pindah ke daerah tempat bekerja suaminya. otomatis Ibu cuma bertiga dirumah sama Ayah dan adek Gita dong sekarang.

Rasanya pengen cepat-cepat selesain semester ini deh. Mengakhiri masa belajar dan menuntaskan semua tugas disini, lalu mengabdi dirumah bantuin Ibu lagi. Hikkkssss

Well.. Ibu juga pasti kangen aku juga deh, buktinya pas ditelpon kemarin bilang "nanti kalo pipit balik kita masak-masak lagi ya nak". Entah tahu apa enggak, pipitnya udah mewek duluan disini..

Ga ada yang mau dibilangin ke Ibu selain I Really miss you so much.. :')
Doain pipit terus ya buk, Semoga apa yang pipit lakukan disini mendapat barakah dari Allah. Semoga Ibu, Ayah, adek, dan kakak-kakak semua sehat wal'afiat dan diberikan rezeki yang halal dari Allah..
Aamiin

Tunggu aku Akhir desember ya Bunda. I'll be back!! :'))