Writing Of Pipit

Minggu, 19 Januari 2014

Seperti Matahari, Menerangi :)


Ketika Ibu menawarkan untuk mengajak pipit pergi kondangan ke tempat salah satu keluarga dekat ( Tepatnya Mamang <Bahasa SUMSEL> = Paman <Bhs Indonesia>) ayah hari ini, awalnya saya enggan untuk ikut. Saya pikir pasti banyak sekali saudara-saudara ayah baik itu sepupu dan kerabat lainnya. Tapi saya pikir-pikir lagi apa salahnya karena memang saya jarang bahkan bisa dikatakan tidak pernah keluar selama libur dari tanggal sebelas kemarin.

Dan seperti hajatan walimatul ursyi alias pernikahan lainnya, tentu acaranya tidak beda jauh seperti kebanyakan. Jujur saya paling suka dan memfavoritkan bagian ceramah pernikahannya. Tidak tahu kenapa(mungkin faktor umur yang udah masuk kepala 2 juga. hehe) semenjak kuliah yang dikelilingi lingkungan yang agamis membuat saya seperti haus akan wejangan atau nasehat yang seperti itu.

Padahal isi ceramahnya mempunyai "one purpose" dengan penda'i lainnya. Namun menurut saya, selalu punya warna tersendiri dari setiap penyampai dakwah tersebut asal kita selalu bisa menarik sisi positif dari apa yang mereka sampaikan.

Saya jadi tiba-tiba teringat masa PLIK (Pendidikan Latihan Ibadah Kemasyarakatan)-salah satu syarat pengajuan skripsi nanti- yang baru saja saya ambil semester lima yang lalu. Masa-masa yang penuh pasang-surut semangat antara kemauan mengikutinya hingga selesai dengan manfaat yang sungguh besar jika saya dan teman-teman lainnya secara bersungguh-sungguh dengan proses PLIK itu sendiri. Dan singkatnya, semuanya selesai dengan baik dan saya rindu ingin mengulang momen kemarin. :')

I'm Seriously. Walaupun sepanjang sejarah selama PLIK saya selalu datang telat. Sungguh saya gak pernah bosan dan sangat antusias ketika para dosen menyampaikan materi-materi mereka. Saya yang masih suka "rock and roll" gini, seringkali bilang "something new nih" ketika dosen menjabarkan sebuah dalil atau mendongengkan kisah para sahabat pada jamannya. Saya yang saat itu merasa bahwa banyak sekali yang belum saya tahu, banyak sekali sesuatu yang ga saya mengerti, perlahan saya peroleh disini (My Beloved Kampus). I'm so Happy and proud of it, How Lucky I am? :)

Sungguh, kalau kita sudah menganggap nasihat, ceramah, atau apapun sebutannya sebagai sebuah asupan yang bisa memberi asupan dan energi positif untuk diri kita. Semuanya ibarat matahari yang terbit di pagi hari yang memberi kehangatan bumi dan seisinya, dan untuk manusia semua advices baik yang ada bisa menjadikan diri ini untuk terus lebih baik tentunya. :)

So, Kenapa saya nulis ini? Kesimpulannya simpel, (saya menjadikan diri saya sendiri yang jadi objeknya. :) hehe) Bahwa Manusia memang butuh cahaya, sinar, atau apapun itu layaknya sebuah matahari misalnya. Matahari yang memancarkan sinar dan kehangatannya di Bumi, menemani penjelajahan para manusia mencari kebenaran di muka bumi ini dalam menemukan semua nilai yang mereka cari untuk melengkapkan dan menyempurnakan hidupnya.

Sebenarnya banyak matahari dan sumber cahaya di dunia ini yang bisa kita cari agar hidup kita lebih cerah nan terang selain yang saya gambarkan dari tulisan ini seperti halnya mendengar ceramah, sungguh masih banyak yang lainnya, dzikrullah, sedeqah, dll yang banyak sekali selagi kita mau mencari dan mengkajinya. :)

Segitu dulu ya, Selamat Malam :)
Prabumulih, 19 Januari 2013.

Kamis, 16 Januari 2014

Aku hanya ingin menulis


Dinginnya cuaca karena musim hujan yang masih enggan pergi disini membuat aku semakin betah berada dirumah, tepatnya dikamar. Setelah semua pekerjaan rumah selesai, biasanya aku menghabiskan waktu membaca beberapa lembar ayat suciNya. Lalu menatap di depan monitor lagi entah sekedar memeriksa beberapa akun jejaring sosial pribadiku atau membaca update news dari situs-situs berita darimanapun. Terdengar begitu flat hari-hari yang kujalani disini, tapi aku menikmatinya. :)

Entah kenapa beberapa hari ini ada sedikit ke-engganan untuk terlalu memgekspose diri di twitter atau sharing foto or status di Facebook seperti biasanya. Lagipula aku siapa sih? tidak membuat eksis dan populer pula kan jika aku terlalu menunjukkan diri di dunia maya. Padahal sebenarnya bahkan hal tak penting sekalipun sering kutuliskan disana. Aku hanya ingin menulis. hee

Yaa.
Apa yang tak terungkap kata, aku sampaikan lewat goresan-goresan jemari ini. Aku berlebihan-mungkin. Terserah penilaian orang apa, selagi semua ini bisa melegakanku, it's oke. Dan berkali-kali aku mengatakan, sepertinya blog ini salah satu tempat untukku mencurahkan apapun, bebas, tanpa batas, tanpa sekat. :)

Jujurnya aku bingung ingin mendongengkan apa lewat posting kali ini. Tapi sekali lagi, di paragraf sebelumnya ku katakan aku hanya ingin menulis. Mungkin karena pengaruh hawa dingin ini, atau juga terlalu banyak mengingat orang yang entah mengingatku juga, atau karena aku ga sengaja stalking profile orang lain, dan bla bla bla. Ahh... keadaan ini membuatku menjadi semakin mellow dan terlihat dilema saja, padahal tidak. hee

Dengan banyaknya waktu luang di kala libur ini aku sudah berusaha membagi waktuku untuk beribadah, membantu orang tua dan berleha-leha dengan porsi yang PAS, rasanya. Leha-leha dalam artian aku menyediakan waktu untuk diri alias Me Time dengan cara ini misalnya(Menulis di blog) dan Me Time lainnya yang inginnya aku tidak menyia-nyiakan semua ini.

Anggap saja ini sebuah curahan hati atau catatan penghilang gundah bagi seorang pipit. Ada rasa yang begitu sulit untuk ku gambarkan yang ada di hati dan pikiran ini. Tak begitu jelas, dan aku ingin mengendalikan semuanya, mengabaikan saja dan itu akan baik-baik saja. :)

Yang kulalui saat ini kadang terasa munafik soal hati. Tak ingin menghubungi duluan, Tak ingin Menunggu, Tak ingin berharap, Tak ingin terlihat apa yang kurasakan, Tapi selalu KEPIKIRAN. Bodoh, mungkin. Saat ini mungkin aku mencoba menjauhkan diri segalanya, semuanya. Menyakitkan memang, bahkan menyedihkan. Namun aku yakin ini yang terbaik, perasaan hanyalah perasaan. Nanti pasti akan ada waktu sebagai obatnya yang akan menunjukkan yang terbaik juga indah nantinya.

Mungkin terkadang aku muak seperti ini, tapi aku yakin ini yang terbaik. Cukuplah aku lalui hari-hari ke depan dengan seperti ini saja, Bernafas, Beribadah, Berjalan, Bekerja, Belajar dan Bahagia. InshaAllah. Jangan diperumit, jangan dipusingkan. Jangan melihat apa yang dilakukan orang lain. Jangan terlalu berharap berlebihan. Karena kecewanya nanti juga akan lebih -lebih pula.

Meski kadang aku sering berkhayal bisa menjadi orang yang bisa tertulis dalam tulisanmu, atau untuk menjadi topik dalam percakapanmu, menjadi orang yang ingin kau temui dan kau lihat, dan menjadi orang yang disebut dalam doaNya ketika kau bermunajah. Khayalan hanyalah angan, bahkan hanya sebuah pesan "Apa kabar?" pun tak pernah kudapat. Biarlah semuanya akan baik jika aku terus bersabar dan mencurahkan cukup semuanya kepada Allah saja. Cukup. :)

Kalau begitu, pipit ingin menutup posting kali ini dengan sebait doa :
Ya Allah..Engkau Maha Pengasih dan Maha Adil. Bayarlah kesabaranku dengan cinta-Mu, dengan terkabulnya do'aku, dengan yang jauh lebih baik untukku. Aamiin :)

Minggu, 12 Januari 2014

Holiday, what should I do? -___-

Welcome holiday, Welcome be an unemployment.  -_-

Assalamualaikum..
Ada banyak rasa berkecamuk ketika sampai di Prabumulih jumat sore lalu. Pertama karena perasaan lega dengan selesainya semester lima yang penuh perjuangan kemarin, dan akhirnya bisa berkumpul dengan keluarga lagi dan me-refresh otak dari segala tekanan tugas dan embel-embelnya. Hehe

Akhirnya selesai juga perjuangan berletih-letih ngerjain uas, ngebuat text home test yang deadline cuma sehari, pusingnya ketika uas di jam-jam sore dengan mata kuliah yang cukup bikin stress karena soalnya yang cukup WAW, belum lagi gimana susahnya selama seminggu itu nyari buskota baik pergi maupun pulang kuliah karena bergejolaknya salah satu mode transportasi di Palembang yaitu busway yang mogok. Yah, bisa dibilang complicated  sekali pekan uas kemarin. But semuanya udah lewat, sekarang waktunya back to home sweet home. ;)

Then, ada juga rasa khawatir yang berlebih karena pipit sadar bahwa akan ada jangka waktu yang cukup panjang selama libur ini dan untuk ke sekian kalinya saya hanya bisa pasrah dengan kegiatan dirumah yang cuma bantuin ibu nyelesain kerjaan rumah, masak, antar sana-sini, dan lain-lain yang berasa kurang produktif aja. Hikkss

Bukan, bukan males ngerjainnya, bukan juga jenuh misalkan ngerjain itu-itu aja. Pipit Cuma mikir bahwa akan lebih baik mungkin dengan saya nyari pekerjaan di luar rumah, hitung-hitung nyoba-nyoba cari penghasilan dan melatih buat mandiri lagi kayak dulu. Hehe

Sekarang sih lagi usaha nyari-nyari info yang bisa dijadiin rekomendasi buat melaksanakan niat mulia itu. Mudah-mudahan aja ya ada jalannya dan aku bisa survive kesananya. Dan ketika jadi job seeker gini, selalu berasa susah bener nyari yang cocok sama jadwal libur, kapasitas saya, sama lowongan yang ada juga restu orang tua.

Makanya daripada pipit pusing mikirin itu semua, lebih baik sekarang nikmatin dulu ya liburan yang udah beberapa hari ini. Ambil hikmahnya dengan begini bisa belajar masak lebih banyak, lebih telaten ngeberesin rumah, intinya bikin rajin lah. Dan yang terpenting, waktu shalat Dhuha-nya bisa lebih fleksibel, program ngaji ODOJ alias One Day One Juz bisa jalan dan tentunya profesi "Ibu Rumah Tangga Wannabe" ini ga akan sia-sia selama pipit ikhlas dan feeling have fun aja melewatinya. :)

Sebenarnya ada banyak target dan planning juga selama libur ini. Sungguh, saya pengen liburan keluar kota prabumulih semacam travelling gitu, cuma karena lagi ga ada duit juga dan Allah belum ngasih kesempatan jadi sepertinya harus dipending sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Lagian, kalau mau jalan gitu kan mesti harus ada yang mendampingi dan siap bugdet yang lumayan karena pasti costnya juga ga murah. *Mungkin mimpi ini baru terwujud saat sudah kerja atau punya penghasilan sendiri* hehe

Hmmm..
Jadi pertanyaan ini : Holiday, what should I do? -___- Akan pipit jawab dengan tegas bahwa saya ingin mengabdi sama orang tua dirumah, apapun yang bisa dikerjain ya do it!, syukur-syukur dalam waktu dekat ada yang nawarin kerja yang PAS sama keadaan sekarang. Yang penting jangan ngeluh lagi deh, biar momen liburnya ga sia-sia.



(Tiba-tiba lihat foto ini kayaknya cocok aja sama tema postingannya, jadi berasa liburan padahal kagak hehe )

Wassalam.. :)