Assalamualaikum.
"Semut di seberang lautan terlihat, Gajah di pelupuk mata terlewatkan"
Sudah gak asing bukan mendengar ungkapan diatas? :)
Entah siapa yang pertama kali mengucapkannya atau siapa penemunya, tapi sungguh maknanya luar biasa bagus, paling tidak untuk saya sendiri.
Kenapa saya menuliskan ungkapan tersebut? karena hal itu yang terjadi terhadap saya, dan kali ini saya sebagai objeknya. Saya hanya menjadikannya sebagai gambaran terhadap apa yang "pernah dan sedang" orang lain bicarakan tentang pipit, dan hal itu menjadi penting sebagai "warning" untuk saya agar tidak melakukan hal yang sama terhadap orang lain.
Sebenarnya pipit gak terlalu ambil pusing jika orang mau bicara atau komentar apa terhadap saya. Namun karena hidup kita ini dikelilingi beragam manusia dengan aneka sifatnya pula, jadi akan selalu saja ada "penyampai berita" yang mengingatkan kita -entah itu dalam bentuk provokasi, advice, tanda "cinta dan perhatian" mereka terhadap kita atau niat yang lainnya- dan itu masalah mereka, bukan kita.
Lalu bagaimana saya menyikapinya? Hemm,,, Let me think. :)
Jawabannya adalah "Abaikan saja" dan tetaplah berlaku anggun dan do your best. Jadikan apa yang dibilang komentator-komentator tersebut pacuan untuk kita agar lebih baik dan penebus atas judge mereka terhadap kita. Apapun tujuan mereka, anggaplah penyampaian mereka adalah cara Allah untuk mengingatkan bahwa kita adalah Makhluk yang diciptakanNya dengan berbagai celah dan khilaf.
Hal ini juga yang akan selalu menjadi catatan saya, bahwa kita tak pernah tahu sedetail mungkin apa yang terjadi dengan seseorang dalam kehidupannya. Jangan sesekali langsung menmbuat prasangka terhadapnya, karena banyak "rahasia" yang terjadi dibalik yang terlihat dari sisi luar saja. Tidak perlu memaksa untuk melewati batas untuk memasuki ranah yang sudah ada "portal"nya itu, karena setiap orang berhak punya "privacy" masing-masing dan belajarlah untuk selalu menghargai itu. that's the point. :)
Lagi pula apa masalah kita jika orang lain misalnya mau melakukan apapun bila hal tersebut tidak merugikan kita. oh come on, masih jaman mengusik hidup orang lantas nyinyir ngomong di belakangnya? Hehe. Memang sih ga mau munafik dan sok suci, saya juga kadang masih suka ngomentarin orang. Dan saya selalu mencoba menjadikan diri saya di posisi "yang di bicarakan". Makanya pipit lebih baik menahan dan diam jika hal itu tak penting untuk di bahas. Hanya menumpuk dosa aja kan? Hehe
Jadi untuk para komentator dalam hidup saya, terima kasih banyak atas apa yang pernah saya dengar dan saya tangkap maksudnya selama ini. It's so mean to me and I feel so Happy for you caring me. <3
Apapun itu, akan selalu menjadi hal yang saya apresiasi untuk saya ambil yang baiknya, dan meninggalkan yang menurut saya buruk. Mohon maaf juga jika apa yang pernah pipit lakukan kurang berkenan di hati baik teman, sahabat, saudara, keluarga dan orang-orang yang mengenal saya.
Pesan saya cuma satu, jika ingin menyampaikan apapun buah pikiran anda, saya atau kita. Sampaikanlah dengan cara yang baik, jadilah komentator yang masukannya membuat orang lain menjadi lebih termotivasi untuk berproses yang lebih dari sebelumnya. Bukan malah hanya untuk menjatuhkannya. Karena kita sebagai manusia ini kadang hebat sekali menjadi hakim di kehidupan orang lain tanpa menyadari bahwa dalam diri kita juga masih banyak yang perlu mendapat perhatian untuk pembenahan diri sendiri terlebih dahulu.
Jangan sampai ungkapan "Semut di seberang lautan terlihat, Gajah di pelupuk mata terlewatkan" terjadi pada kita sendiri. Kata-katanya sederhana tapi sangat mendalam makna dan pelajaran darinya. Selamat malam komentator. Wassalam. :)))

Tidak ada komentar:
Posting Komentar