Malam ini pipit ingin membahas tentang “meminta”. Iya, kita sebagai manusia sering banget kan yang namanya meminta. Entah itu sama orang tua, sama saudara, sama temen, sama bos, atau sama siapapun yang bisa kita jadikan sumber pemberi bagi kita. Bahkan kita terlalu menggantungkan harapan kepada “mereka” sampai-sampai kita suka lupa hakikatnya bahwa hanya satu yang wajib menjadi tempat kita meminta, yaitu Allah swt.
Apalagi kalau pipit mengingat isi
ceramah dari tabligh akbar ustad Yusuf Mansyur waktu mengisi acara milad
Syariah di Kampus IAIN Raden Fatah Palembang beberapa waktu lalu, yang
benar-benar mengingatkan saya dan juga semua yang hadir disana untuk kembali menuhankan
Allah dalam segala kehidupan manusia ini.
Saya ga akan bahas semua yang beliau
sampaikan saat itu disini kok. Pipit
hanya akan mengutip beberapa hal saja yang mungkin bisa jadi sebuah
nasihat atau pengingat untuk kita-kita ini yang rasanya Ilmunya masih jauh,
apalagi untuk mengamalkan semua titah Tuhan di bumiNya dan lebih sering lupanya
disbanding mengingat wasiah yang baik-baik itu. Hehe
Back to topic! Sadar
atau enggak, saya sering mikir kalau benar juga apa yang dibahas saat itu yang mengatakan
bahwa manusia itu sudah keterlaluan mempunyai Tuhan selain Allah dalam
kehidupan ini. Apalagi dengan melihat situasi yang terjadi saat ini, dengan
begitu banyak persoalan ekonomi maupun sosial membuat manusia kian jauh dari
kebutuhan batinnya karena terlalu sibuk mencari untuk dunianya. Betul?
Hari gini gitu loh, kebutuhan banyak,
tuntutan ini itu makin menjadi, semuanya harus dicapai dengan sebuah benda yang
namanya “uang”. Hal itulah yang menjadi awal dari segala ketidak beresan
perilaku kita yang efeknya kadang bikin kita lupa bahwa apa yang kita cari saat
ini akan kita tinggalkan semua, dan kita bahkan lupa meminta Allah saja yang
mencukupkan kebutuhan kita. Entah lupa atau kita yang memang gak
mau, ya tentunya diri kita sendiri yang lebih tahu jawabannya ya.
(baca= introspeksi) ;)
Saya juga kadang gitu kok. Apalagi
mengingat status saya yang belum kerja, masih seorang mahasiswa yang memasuki
tingkat akhir dengan kebutuhan banyak banget yang you know lah~ dan satu-satunya sumber keuangan saya hanya ORANG
TUA. Bukan hal yang pipit mau loh dalam keadaan seperti ini, istilah halus
masih tanggungan orang tua itu sebetulnya bermakna “saya harusnya sudah bisa mandiri
dengan umur yang cukup dewasa dan sudah sepatutnya tidak lagi menjadi beban
orang tua”. Sungguh cetak hitam itu selalu menjadi warning di kepala
pipit sejak saya lulus SMA sampai sudah menginjak semester lima yang akan
segera berakhir ini.
Tapi ya seperti ustad bilang tadi,
bukan hanya dari isi ceramah beliau juga
sih sebenarnya. Banyak hal-hal yang saya pahami entah itu nasihat dosen,
bacaan-bacaan yang bagus untuk penanaman nilai-nilai kesyukuran, lingkungan
disekeliling, cerita hidup orang lain, dan banyak hal lainnya yang menjadi guru
dalam hidup pipit yang makin menguatkan saya untuk terus bertahan dan selalu
mensyukuri semuanya, dan terpenting menempatkan Alllah di ururtan teristimewa
untuk segala yang saya bisa hirup dan pipit nikmati hingga sekarang.
Seperti saat menikmati minggu tenang
sebelum UAS ini, pipit menghabiskan waktu untuk pulang ke rumah di Prabumulih.
Disini banyak pula hal-hal yang bikin pipit makin berat beban moral untuk
rasanya secepatnya mengakhiri fase kuliah ini agar pindah ke step hidup
berikutnya agar segera berganti tugas dengan Ayah-ibu untuk menjadi sumber
penghidupan kami.
Perbincangan mereka, usaha-usaha
mereka untuk mencukupkan kebutuhan anak-anaknya yang lain (selain saya dan adek
gita -yang harusnya bukan lagi tanggung jawab orang ayah dan ibu = baca saudara
saya yang sudah menikah maupun sudah bekerja), saya hanya bisa menjadi saksi
dari getirnya perjuangan mereka untuk kebahagiaan kami. :’)
Lalu apa yang bisa pipit lakukan saat
ini selain memeluk mereka dengan doa-doa dan harapan baik saya? Saya selalu
meminta Allah sebagai Pemilik Apa yang di Langit dan Bumi ini untuk selalu
menjaga mereka dan melapangkan hati Ayah dan Ibu. Diberikan kesehatan yang
baik, dilancarkan rezekinya entah yang kecil maupun besar, menggantikan
bulir-bulir keringat yang mereka teteskan dari dulu sampai saat ini dengan
kebahagiaan lain yang akan aku berikan nanti InsyaAllah. Ahh, sungguh tak
terbatas apa yang pipit Munajahkan kepada Allah..
Mungkin usaha saya yang udah dilakuin
belum berdampak sekarang, dari yang nyoba usaha jualan pulsalah, atau cari
kerja parttime buat sedikit mengurangi beban kedua orang tua, rasanya masih
nihil. Mungkin Allah belum menunjukkan jalan itu sekarang. Tapi ingat kembali reminder dari ust.YM bahwa bukan cari
kerja atau usaha lain yang diutamakan, tapi juga dzikir dan sujud kita banyakin
terus. Dhuhanya perbanyak lagi, Ngajinya dipupuk terus dan sedeqah untuk
mengingat masih banyak yang jauh kurang beruntung dibanding kita agar kita bisa
menjadi hamba yang lebih berarti isi kehidupannya.
Dan penutup posting kali ini, pipit
pengen minta lagi sama Allah, Yang Maha Pemurah atas segala permintaan
hamba-hambaNya.
Tolong beri hidayah untuk kami semua
agar menjadi manusia yang selalu menuju pada jalanMu, panjangkan umur kami
semua agar bisa beribadah lebih banyak kepadaMu Ya Illahi, dan cukupkanlah
segala kebutuhan kami dan jaga hati kami agar selalu senantiasa menjadi makhluk
yang pandai bersyukur.. Aamin Allohuma Amin.. :)
Prabumulih, 27 Desember 2013.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar