Writing Of Pipit

Selasa, 19 Agustus 2014

Wahai hidup


Wahai anakku, latihlah diri kalian untuk selalu bertopang pada diri sendiri dan Allah. I’timad ala nafsi, artinya mandiri bertumpu pada diri sendiri. Segala hal dalam hidup ini tidak abadi, semua akan pergi silih berganti. Kesusahan akan pergi. Kesenangan akan hilang. Akhirnya hanya tinggal urusan kalian sendiri dengan Allah saja nanti”

Pesan Kiai Rais kepada Alif di novel “Ranah tiga warna” yang saya kutip diatas merupakan sebuah kata-kata yang menikam dan juga memberikan semangat ketika saya di hadapi banyak trouble dalam hidup saya akhir-akhir ini.

Saya ga tahu ini bentuk ujian apa lagi yang dihantamkan Allah kepada saya sekarang. Apapun itu bentuknya saya berusaha menghadapi dan mencoba ga pernah menyerah dan loyo gara-gara pahitnya semua ini.

Selembar kertas bolak-balik atau bahkan satu buku sampai habispun mungkin ga akan cukup untuk menuliskan daftar keluhan saya. Hanya saja bukan keluhan yang penting dalam hidup ini, karena syukur yang terpenting dalam kehidupan agar hati tenteram dan menyadari Kasih Sayang Allah dan JanjiNya akan member kemudahan setelah kesusahan.

Saya sedang berpikir, menunggu waktu yang tepat, menyiapkan hal-hal yang harus saya lakukan apalagi setelah ini.

Ketika sampai pada titik ini saya harus sedemikian dewasa menghadapi semuanya, saya hanya bisa terus menenteramkan diri dan mengerjakan apapun yang bermanfaat agar fokus terbelah tidak memikirkan yang menyakitkan hati saya. Setiap sujud dan d0a-doa adalah satu-satunya muara tempat saya berkeluh kesah.LAgipula hidup bukan untuk disusahkan, tapi dijalani dan dihadapi semua tantangannya.

Allah Maha Adil. Allah Maha mengerti. Allah maha Pengasih. Semoga Allah memudahkan jalan hidup saya. Semoga Allah memberikan jalan keluar dan menjadikan saya makhluk yang sabar. Amin.

Wahai hidup berdamailah dengan ku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar