“Wahai anakku, latihlah diri kalian untuk selalu bertopang pada diri sendiri dan Allah. I’timad ala nafsi, artinya mandiri bertumpu pada diri sendiri. Segala hal dalam hidup ini tidak abadi, semua akan pergi silih berganti. Kesusahan akan pergi. Kesenangan akan hilang. Akhirnya hanya tinggal urusan kalian sendiri dengan Allah saja nanti”
Pesan
Kiai Rais kepada Alif di novel “Ranah tiga warna” yang saya kutip diatas
merupakan sebuah kata-kata yang menikam dan juga memberikan semangat ketika
saya di hadapi banyak trouble dalam hidup saya akhir-akhir ini.
Saya ga
tahu ini bentuk ujian apa lagi yang dihantamkan Allah kepada saya sekarang.
Apapun itu bentuknya saya berusaha menghadapi dan mencoba ga pernah menyerah
dan loyo gara-gara pahitnya semua ini.
Selembar
kertas bolak-balik atau bahkan satu buku sampai habispun mungkin ga akan cukup
untuk menuliskan daftar keluhan saya. Hanya saja bukan keluhan yang penting
dalam hidup ini, karena syukur yang terpenting dalam kehidupan agar hati
tenteram dan menyadari Kasih Sayang Allah dan JanjiNya akan member kemudahan
setelah kesusahan.
Saya
sedang berpikir, menunggu waktu yang tepat, menyiapkan hal-hal yang harus saya
lakukan apalagi setelah ini.
Ketika
sampai pada titik ini saya harus sedemikian dewasa menghadapi semuanya, saya
hanya bisa terus menenteramkan diri dan mengerjakan apapun yang bermanfaat agar
fokus terbelah tidak memikirkan yang menyakitkan hati saya. Setiap sujud dan
d0a-doa adalah satu-satunya muara tempat saya berkeluh kesah.LAgipula hidup bukan untuk disusahkan, tapi dijalani dan dihadapi semua tantangannya.
Allah
Maha Adil. Allah Maha mengerti. Allah maha Pengasih. Semoga Allah memudahkan
jalan hidup saya. Semoga Allah memberikan jalan keluar dan menjadikan saya
makhluk yang sabar. Amin.
Wahai hidup berdamailah dengan ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar